SLEMAN – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Politeknik LPP gelar Youthpreuneurship Planters Bootcamp (YPB) pada 4–6 Agustus 2026 di Kaliurang, Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa yang berasal dari delapan perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI V Yogyakarta.
Selama tiga hari, para peserta memperoleh pembekalan mengenai pengembangan produk berbahan komoditas perkebunan, strategi membangun usaha, hingga menyusun mini proyek produk UMKM yang siap dipasarkan.
Direktur Politeknik LPP, Mustangin dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor perkebunan dan UMKM merupakan dua sektor strategis yang terbukti memiliki daya tahan tinggi ketika kondisi ekonomi mengalami perlambatan.
Baca Juga: Berlangsung Hari Ini, Berikut Jadwal Final dan Perebutan Juara Tiga Piala Presiden 2026
"Dalam berbagai dinamika ekonomi, kita belajar bahwa ada dua sektor yang relatif mampu bertahan bahkan tetap bergerak, yaitu sektor perkebunan dan sektor UMKM."
"Perkebunan menyediakan sumber daya dan bahan baku yang berkelanjutan, sedangkan UMKM mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar. Karena itu, ketika keduanya dipadukan melalui inovasi dan kreativitas generasi muda, akan lahir peluang usaha baru yang mampu memperkuat perekonomian nasional," ungkapnya.
Mustangin berharap Bootcamp Planters menjadi ruang belajar sekaligus wadah lahirnya wirausaha muda yang mampu mengolah potensi perkebunan Indonesia menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Direktur Utama BPDP yang diwakili oleh A Thahar selaku Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi dalam paparannya menyampaikan bahwa BPDP terus memperkuat program hilirisasi komoditas perkebunan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan nasional.
Baca Juga: Mohamed Salah Diperkenalkan, Trabzonspor Undang Suporter Saksikan Penandatanganan Kontrak
Dalam sesi materi Wakil Direktur I Politeknik LPP, Ratna Sri Harjanti menyampaikan materi mengenai perkembangan produk berbahan komoditas perkebunan dan pemanfaatan limbah perkebunan.
Menurutnya, potensi sawit, kakao, dan kelapa masih sangat luas untuk dikembangkan menjadi produk pangan, kosmetik, kerajinan, hingga berbagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Materi yang disampaikan oleh Deo Elieser yang merupakan konten kreator untuk branding.
Dalam paparannya ia menekankan bahwa keberhasilan UMKM di era digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha membangun.
Baca Juga: Liverpool Bidik Duo PSG Sekaligus, Ibrahim Mbaye dan Bradley Barcola Disiapkan Jadi Generasi Penerus
Salah satu peserta, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan.
"Bootcamp ini sangat seru karena kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung belajar menyusun ide bisnis yang realistis."
"Terima kasih kepada BPDP dan Politeknik LPP yang telah memberikan kesempatan luar biasa ini."
"Materi yang diberikan sangat aplikatif dan membuka wawasan kami mengenai besarnya potensi komoditas perkebunan Indonesia."
Baca Juga: War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka 2026, Cek Panduan Lengkapnya Di Sini
"Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin menjadi pelaku UMKM’, ujar peserta lainnya.
Secara terpisah Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan YPB menjadi salah satu bentuk nyata komitmen BPDP sebagai BLU Kemenkeu dalam mendorong perkembangan produk-produk komoditas perkebunan sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan berbasis potensi sumber daya Indonesia.
Tidak hanya mempelajari teori, peserta juga dilatih, didorong dan diwajibkan untuk menghasilkan gagasan produk inovatif berbahan sawit, kakao, dan kelapa yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.
"Ada potensi-potensi di kelapa sawit kakao dan kelapa yang bisa diusahakan sebagai ajang untuk membangun kewirausahaan mahasiswa, sehingga mereka nantinya diharapakan dapat membangun UKMK-UKMK berbasis sawit kakao dan kelapa dan tujuan akhirnya adalah berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," kata Helmi melalui sambungan virtual.
Baca Juga: Motor Oleng Lalu Tabrak Tembok di Sleman, Dua Mahasiswa Meregang Nyawa
Melalui YPB, BPDP dan Politeknik LPP berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu melihat komoditas perkebunan sebagai peluang usaha yang menjanjikan sekaligus menjadi motor penggerak hilirisasi perkebunan nasional. Politeknik LPP berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya inovasi, riset terapan, dan wirausaha muda berbasis perkebunan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Politeknik LPP juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan dan dukungan dalam penyelenggaraan program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan pengembangan UMKM Indonesia.
Editor : Iwa Ikhwanudin