YOGYAKARTA – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri maupun universitas favorit semakin ketat setiap tahunnya. Menjawab tantangan tersebut, BRITS Indonesia Cabang Yogyakarta menghadirkan berbagai program pendampingan belajar yang dirancang untuk membantu siswa meraih kampus impian.
Berlokasi di Jalan Magelang No. 79, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, lembaga bimbingan belajar ini menawarkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga membangun kesiapan siswa menghadapi berbagai jalur seleksi perguruan tinggi.
Manajer BRITS Indonesia Cabang Yogyakarta, Luthfi Arroji, menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang paling diminati adalah Superintensif. Program ini menerapkan sistem karantina belajar selama satu hingga dua bulan menjelang pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pendampingan belajar secara intensif bersama para tentor. Selain itu, BRITS juga menyediakan fasilitas lengkap bagi peserta dari luar daerah, mulai dari tempat tinggal yang nyaman, konsumsi harian, hingga layanan antar-jemput sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya pada persiapan ujian.
Baca Juga: Persik Kediri Ikut Turnamen Internasional di Malaysia, Hadapi Melaka FC hingga Phnom Penh Crown FC
"Lewat program karantina ini, siswa dari luar daerah tidak perlu lagi dipusingkan dengan urusan tempat tinggal, makan, atau transportasi. Mereka bisa seratus persen fokus belajar dan siap bersaing," ujar Luthfi.
Selain kelas karantina, BRITS juga menyediakan program pembelajaran daring melalui platform Zoom. Program ini menjadi solusi bagi siswa yang ingin memperoleh bimbingan berkualitas tanpa harus datang langsung ke Yogyakarta.
Tidak hanya itu, tersedia pula program One Program for All yang dirancang khusus bagi siswa kelas XII SMA. Program tersebut mencakup materi untuk berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, mulai dari Tes Kemampuan Akademik (TKA), UTBK, jalur mandiri, sekolah kedinasan, hingga International Undergraduate Program (IUP) atau kelas internasional.
Dalam proses pembelajarannya, BRITS telah menerapkan sistem digital secara menyeluruh. Setiap ruang kelas dilengkapi Smart TV dan tablet interaktif sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Seluruh materi, catatan, maupun penjelasan tentor dapat diakses kembali secara digital setelah kelas berakhir, sehingga siswa tidak perlu khawatir kehilangan materi penting.
Untuk mengukur perkembangan peserta, BRITS juga menggelar try out rutin sebanyak tiga hingga empat kali setiap bulan sebagai bahan evaluasi sekaligus simulasi menghadapi ujian sebenarnya.
Luthfi mengungkapkan, kualitas pembelajaran BRITS tercermin dari tingginya tingkat keberhasilan alumni. Dari sekitar 2.500 siswa yang mengikuti program pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 90 hingga 95 persen berhasil diterima di perguruan tinggi yang menjadi target mereka.
Menurutnya, lulusan BRITS telah banyak diterima di sejumlah kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), hingga Universitas Indonesia (UI).
Salah seorang peserta didik, Annisa Kayla, mengaku merasakan peningkatan kemampuan akademik setelah mengikuti program selama tujuh bulan. Siswi kelas XII SMAN 1 Yogyakarta itu menilai metode pembelajaran yang diterapkan mudah dipahami, sementara soal-soal try out dinilai relevan dengan tingkat kesulitan seleksi masuk perguruan tinggi.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Bupati Sleman Harda Kiswaya Pastikan Pasokan Air dan Anggaran Safe
"Programnya cukup intensif dan efektif untuk membantu kami mempersiapkan diri menghadapi TKA maupun UTBK," ujarnya.
Dengan kombinasi pendampingan intensif, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta evaluasi berkala, BRITS Indonesia Cabang Yogyakarta berupaya menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang ingin meningkatkan peluang lolos ke perguruan tinggi favorit.
Editor : Bahana.