MAGELANG - Sebanyak 130 peserta ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Magelang 2026 yang digelar di Ruang Adipura Kencana, Selasa (21/7).
Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi membaca dan menghafal Alquran, tetapi juga mencerminkan kuatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan.
Berdasarkan data, peserta tersebar dalam sembilan cabang lomba dengan komposisi yang relatif merata. Cabang tartil anak-anak dan tilawah anak-anak masing-masing diikuti 18 peserta, disusul tilawah remaja 15 peserta, dan tilawah dewasa 11 peserta.
Baca Juga: Becak Listrik Gratis Kian Diminati, Dishub DIY Kenalkan Transportasi Ramah Lingkungan di Malioboro
Sementara itu, cabang hafalan (hifzil) juga cukup diminati, dengan rincian satu juz sebanyak 18 peserta, lima juz 10 peserta, dan 10 juz 10 peserta. Adapun cabang seni kaligrafi diikuti 16 peserta untuk kategori hiasan dan 11 peserta untuk dekorasi.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Magelang Tugono mengatakan, MTQ tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Melainkan juga sarana untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
"Selain itu juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan syiar keagamaan," ujarnya.
Baca Juga: Erwan Kembali, Wendy Tak Lagi Panpel, PSIM Jogja Gandeng Mantan Wartawan hingga Sekretaris Timnas
Namun di lapangan, MTQ juga memegang peran strategis dalam menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya akan mewakili Kota Magelang di tingkat yang lebih tinggi.
Seleksi yang dilakukan melalui berbagai cabang dinilai penting untuk memastikan kualitas peserta yang dikirim ke ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional.
Pj Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita menekankan, MTQ tidak seharusnya dipandang sebatas perlombaan yang berorientasi pada kemenangan.
Dia menilai, esensi utama kegiatan ini terletak pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter. "Ini bagian dari upaya membangun kecintaan terhadap Alquran dan menumbuhkan generasi yang menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir dan bersikap," paparnya.
Dia juga mengingatkan peserta agar tidak hanya berfokus pada capaian prestasi. Melainkan memanfaatkan ajang ini sebagai ruang untuk meningkatkan kualitas diri.
"Prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kedekatan dengan Alquran terus tumbuh," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo