Modus Tes TOEFL Bodong di Jogja: Berawal dari Sosialisasi hingga Hard Selling di Sekolah

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:17 WIB
Ilustrasi tes toefl
Ilustrasi tes toefl

JOGJA - Dugaan penipuan berkedok sosialisasi tes kemampuan bahasa Inggris yang menyeret nama Yogya Varsity akhirnya menemui titik terang. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan seluruh dana yang sempat dibayarkan siswa telah dikembalikan.

Meski persoalan dengan orang tua siswa telah diselesaikan, kasus tersebut menjadi evaluasi serius terkait pengawasan kerja sama sekolah dengan pihak eksternal.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menjelaskan, peristiwa itu bermula dari kegiatan sosialisasi lembaga pendidikan yang digelar di SMA Negeri 9 Jogja di tengah pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026). Namun,kegiatan tersebut bukan bagian dari rangkaian resmi MPLS melainkan sosialisasi bimbingan belajar.

 Baca Juga: Buang Sampah ke Sungai? Siap-Sap Kena Denda Rp 50 Juta, Pemkot Jogja Bakal Mulai Operasi Yustisi Tahun Ini

"Kebetulan mereka masuk ketika sekolah sedang sibuk. Yang menjadi sasaran juga bukan siswa kelas X, melainkan kelas XII," ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Suci, pihak yang mengatasnamakan Yogya Varsity mengklaim telah mendapat kepercayaan dari Disdikpora DIY. Klaim tersebut belakangan diketahui tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan, alamat lembaga maupun identitas pengelolanya tidak jelas. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, SMAN 9 Jogja sebelumnya memang memfasilitasi sejumlah lembaga mitra pendidikan untuk memberikan sosialisasi mengenai studi lanjut maupun sertifikasi bahasa Inggris.

Selain mitra lama seperti Newtron, Ganesha Operation, Inten, Ruangguru, Edulab, dan Dua Dimensi, sekolah juga menerima pengajuan kerja sama dari BPJS Kesehatan dan Yogya Varsity sejak 30 April 2026. Pelaksanaan sosialisasi baru dijadwalkan saat awal tahun ajaran demi tidak mengganggu proses pembelajaran.

Baca Juga: Resmi Naik per 1 Agustus 2026, Biaya Naturalisasi WNA Jadi Rp 75 Juta dan Lepas Status WNI Rp 5 Juta

“Alamat Yogya Varsity juga tidak jelas. Setelah muncul persoalan, mereka sudah tidak bisa dihubungi lagi,” imbuhnya.

Namun, sosialisasi tersebut berubah menjadi praktik pemasaran agresif yang diduga menyesatkan. Dua orang perwakilan Yogya Varsity, kata Suci, mengumpulkan siswa kelas XII dalam satu ruangan.

Sebelum kegiatan dimulai, siswa diminta menyimpan telepon genggam ke dalam tas maupun loker sehingga tidak dapat mengakses informasi dari luar. Di dalam ruangan, mereka menawarkan program English Proficiency Test (EPT).

Penyampaian materi dinilai menggiring siswa untuk menganggap EPT setara dengan sertifikasi internasional seperti TOEFL maupun IELTS. 

Baca Juga: Di Balik Jas Warna-Warni Hotman Paris: Bukan Sekadar Pamer, Ini Strategi Psikologi Penampilannya!

“Pelaku juga menggunakan strategi tekanan psikologis dengan mengklaim harga normal tes mencapai Rp 4 juta, namun diberikan harga khusus Rp 150 ribu. Bahkan, ditawarkan promo Rp 100 ribu bagi 15 peserta yang melakukan pembayaran paling cepat,” katanya.

Berdasarkan pendataan, pihak sekolah mencatat sebanyak 100 kuitansi pembayaran dari tujuh kelas dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp 10 juta.

Prioritas sekolah kemudian difokuskan pada penyelamatan kerugian siswa. Pada Senin (20/7), sebanyak 100 siswa masing-masing menerima pengembalian uang sebesar Rp 100 ribu sehingga total dana yang dikembalikan mencapai Rp 10 juta.

 Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 3 Wates Kulon Progo Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, 27 Siswa Sempat Dirawat di Puskesmas Wates

Suci menegaskan, kasus tersebut menjadi evaluasi penting bagi sekolah maupun Disdikpora DIY dalam memperketat proses seleksi mitra eksternal.

"Ke depan sekolah akan melakukan evaluasi serta memperketat mekanisme seleksi, verifikasi, dan pengawasan terhadap kerja sama dengan pihak luar agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya. (bas)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Yogya Varsity dugaan penipuan sosialisasi Disdikpora DIY tes TOEFL