JOGJA - Menyambut hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru, sekolah mulai menyiapkan program menyambut siswa. Salah satunya di SDN Jetis 1 Jogja yang telah merancang serangkaian program prioritas.
Ini dilakukan untuk memastikan hak belajar dan kenyamanan siswa baru terpenuhi sejak hari pertama.
Kepala SDN Jetis 1 Jogja Dwi Sigit Rusbiantoro mengatakan, fokus utama sekolah dalam menyambut siswa baru merujuk pada arahan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja.
Baca Juga: Ceper dan Empuk dengan Shockbreaker Racing; Bukan Sekadar Tren, Utamakan Kenyamanan
Prioritas tersebut meliputi pelaksanaan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak, penguatan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), serta perwujudan sekolah aman bencana.
“Untuk program lainnya nanti akan didukung kreativitas dari para guru," ujar Sigit sapaannya kepada Radar Jogja, Jumat (10/7/2026).
Sigit mengungkapkan, pada tahun ajaran ini SDN Jetis 1 Jogja menerima sebanyak 56 siswa baru. Terbagi ke dalam dua rombongan belajar. Masing-masing rombel dibatasi paling banyak 28 siswa.
Baca Juga: Atap Gedung Kaca Kantor Bupati Sleman Berubah Cokelat, Harda Sebut Perawatan Terkendala Biaya
Terkait pengemasan MPLS yang akan berlangsung selama sepekan, Sigit menekankan pihak sekolah ingin memberikan kesan pertama yang mendalam bagi anak-anak. Sekolah telah membentuk tim khusus untuk merancang kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.
"Masa pengenalan sekolah ini kami tekankan agar anak-anak berkesan dengan sekolahnya, sehingga besoknya mereka ingin masuk lagi. Istilahnya, anak-anak jadi ketagihan untuk sekolah," jelasnya penuh semangat,” tegasnya.
Meski terhitung sebagai orang baru yang memimpin SDN Jetis 1 Jogja, Sigit telah membawa inovasi baru. Salah satu program unggulan yang ia gagas adalah Panggung Literasi, digelar setiap hari Jumat pada minggu tertentu setiap bulannya.
Baca Juga: Perlu Perhitungan sebelum Modifikasi Sistem Suspensi, Tak Cermat Bisa Merusak Komponen Lain
Melalui panggung ini, masing-masing kelas diberikan ruang dan kesempatan untuk menampilkan bakat dan potensi siswanya di hadapan warga sekolah.
“Masing-masing kelas bisa menampilkan kemampuannya, mulai dari membaca puisi, menyanyi, menari, hingga unjuk prestasi lainnya di bidang seni," tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita