Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polbangtan Kementan Perkuat Mutu Pendidikan melalui Reakreditasi Prodi Teknologi Pakan Ternak

Yogi Isti Pujiaji • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:44 WIB
PENDIDIKAN VOKASI: Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat melakukan asesmen lapang di Kampus Polbangtan Yoma, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). (ISTIMEWA)
PENDIDIKAN VOKASI: Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)  Irma Isnafia Arief (dua dari kanan) saat melakukan asesmen lapang di Kampus Polbangtan Yoma, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). (ISTIMEWA)

 

MAGELANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta–Magelang (Yoma) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi pertanian melalui proses reakreditasi Program Studi Teknologi Pakan Ternak. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat pelaksanaan asesmen lapang di Kampus Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026).

Asesmen lapang merupakan tahapan lanjutan setelah Program Studi Teknologi Pakan Ternak menyelesaikan penyusunan dan pengunggahan laporan kinerja program studi (LKPS) serta laporan evaluasi diri (LED) melalui sistem akreditasi perguruan tinggi online (SAPTO) BAN-PT.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan salah satu pilar utama dalam mencetak generasi penerus pertanian Indonesia yang unggul dan berdaya saing. "Anak-anak harus disiapkan sejak dini. Tegas, disiplin, dan berani bermimpi besar. Kalau terus dibina, insyaa Allah kelak mereka akan menjadi pemimpin bangsa," ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan sektor pertanian. "Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan," ungkap Idha.

Salah seorang asesor BAN-PT Irma Isnafia Arief mengapresiasi sistem pembelajaran di Polbangtan Yoma yang menitikberatkan pada praktik lapangan. Menurutnya, mahasiswa telah dibekali pengalaman praktik sejak semester pertama melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL), didukung fasilitas teaching factory serta laboratorium pengujian kualitas pakan.

"Polbangtan Yoma telah menyediakan teaching factory yang dimanfaatkan mahasiswa untuk praktikum dan uji kualitas pakan. Sejak semester pertama mahasiswa sudah mengikuti PKL yang dipadukan dengan praktik. Saya melihat hasilnya sangat baik dan mahasiswa memiliki kompetensi yang mumpuni," ujar Irma.

Ia juga menilai kedisiplinan menjadi salah satu karakter kuat lulusan Polbangtan Yoma yang telah diakui oleh dunia usaha dan dunia industri. "Karakter disiplin ini harus terus dipertahankan karena menjadi salah satu daya tarik perusahaan dalam merekrut lulusan Polbangtan Yoma," tambahnya.

Melalui proses reakreditasi ini Polbangtan Yoma diharapkan terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, memperkuat budaya akademik, serta menghasilkan lulusan Program Studi Teknologi Pakan Ternak yang profesional, inovatif, dan mampu mendukung kemajuan sektor peternakan nasional.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#Polbangtan #kementan #mentan amran sulaiman #pendidikan dokter