Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi SDM Siap Kerja, Mahasiswa Polbangtan Kementan Diwisuda

Y
Penulis: Yogi Isti Pujiaji❯
Mentan Amran Sulaiman mewia
SIAP KERJA: Mentan Amran Sulaiman mewisuda mahasiswa pada Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (ISTIMEWA)

Advertisement

 

 

JAKARTA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) berhasil meluluskan 309 mahasiswanya. Mereka diwisuda bersama 1.229 lulusan pada Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Gedung F, kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Advertisement

Wisuda kali ini sangat mengesankan. Ada 19 wisudawan Polbangtan Yoma mengikuti prosesi wisuda secara daring dari Jepang. Hal ini karena ke-19 wisudawan itu telah mendapatkan pekerjaan di perusahaan Jepang melalui program specified skilled worker (SSW). 

Selain 19 wisudawan ini, 7 orang lainnya akan menyusul berangkat ke Jepang secara bertahap. Keberangkatan mereka menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi yang dilaksanakan Polbangtan Yoma.

Salah satu strategi yang dilakuan Polbangtan Yoma adalah memberikan pembekalan bahasa dan budaya Jepang agar lulusannya bisa memenuhi persyaratan perusahaan. 

Advertisement

Selain itu, sejumlah 68 orang juga dinyatakan lolos seleksi rekrutmen pegawai dari beberapa perusahaan sebelum mereka diwisuda. Sementara, 21 orang telah mantap untuk menjalankan usaha mandiri di sektor pertanian/ peternakan.

Keberhasilan ini tidak luput dari komitmen Polbangtan Yoma untuk meningkatkan performa pendidikannya. Upaya ini ditujukan agar Polbangtan Yoma bisa terus menerus mencetak SDM pertanian yang unggul.

Seperti disampaikan dalam wisuda nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, polbangtan dan PEPI mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. “Kekuatan lulusan vokasi bukan hanya pada apa yang diketahui, tetapi pada apa yang mampu dikerjakan dan masalah apa yang mampu diselesaikan. Lulusan polbangtan dan PEPI harus menjadi problem solver sekaligus penggerak pertanian modern,” tegasnya.

Menurut Amran, sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Karena itu, lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Produksi Susu, Peternak Merapi Dibidik Jadi Pusat Regenerasi Petani Muda

Bukan Sekadar Produksi Susu, Peternak Merapi Dibidik Jadi Pusat Regenerasi Petani Muda

Wakil Menteri Pertanian Wamentan RI Letjen TNI M. Saleh Mustofa meresmikan unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo di Dusun Suruh, Desa Banyudadem, Kecamatan Srumbung, Kamis (29/10/2026).

Semangat Sumpah Pemuda, Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Medali Perak Porprov Jateng XVII

Semangat Sumpah Pemuda, Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Medali Perak Porprov Jateng XVII

Septian Naafiantoro, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), yang berhasil meraih medali perak cabang olahraga muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII.

Empat Brigade Pangan Jepara Buka Peluang Petani Muda Kelola Pertanian Modern

Empat Brigade Pangan Jepara Buka Peluang Petani Muda Kelola Pertanian Modern

Melalui pembentukan brigade pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong generasi muda terlibat langsung dalam pengelolaan usaha tani yang modern, terstruktur, dan berorientasi bisnis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer