Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kursi SD Tersisa 1.000, Kepsek Diminta Promosi Sekolah: Hasto Wardoyo Bakal Evaluasi Jika Tak Ada Penambahan Siswa

Iwan Nurwanto • Rabu, 24 Juni 2026 | 19:31 WIB
MEMBELUDAK: Suasana posko SPMB di kantor Dindipora Kota Jogja yang dipenuhi oleh orang tua calon siswa, Selasa (23/6). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
MEMBELUDAK: Suasana posko SPMB di kantor Dindipora Kota Jogja yang dipenuhi oleh orang tua calon siswa, Selasa (23/6). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menetapkan target penambahan siswa jenjang SD pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini. Hal ini agar dapat mengurangi lowongnya kuota daya tampung sekolah yang mencapai 1.000 siswa.

Hasto mengatakan, sangat berharap ada penambahan siswa secara signifikan pada tahun ini. Lantaran pada 2025 kuota jenjang SD di Kota Jogja hanya mampu terisi 2.700 dari total kapasitas 3.700 siswa.

Dia mengaku, sudah mengumpulkan para kepala SD di Kota Jogja dan menuntut adanya reformasi manajemen sekolah. Mulai dari perubahan pola pikir pimpinan sekolah, peningkatan kualitas pengajaran agama, hingga strategi promosi yang lebih proaktif kepada masyarakat.

Baca Juga: PSS Sleman Akan Gaet 11 Pemain Asing, Terserah Pieter Huistra Tentukan Nama Pemain

“Saya menunggu betul ini (hasil SPMB). Kepala sekolah-kepala sekolah akan saya nilai, bisa nggak menaikkan jumlah siswa,” ujar Hasto saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa (23/6/2026).

Mantan Bupati Kulon Progo itu menyebut kurangnya minat orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke SD negeri di Kota Jogja bisa disebabkan berbagai faktor. Namun berdasarkan analisisnya, daya tarik utama sekolah swasta saat ini terletak pada penguatan karakter dan pendidikan agama

Oleh karena itu, Hasto mendorong agar sekolah-sekolah negeri tidak lagi alergi terhadap aspek promosi dan mengadaptasi kurikulum sekolah swasta. Supaya keterisian SD negeri yang sampai saat ini masih sangat kurang dapat terpenuhi.

Baca Juga: Opsi BTT untuk Droping Air Disiapkan, Upaya BPBD Gunungkidul Cukupi Naiknya Biaya Operasional Tangki

Dia pun meminta agar para orang tua yang keadaannya masih pas-pasan untuk tidak memaksakan diri menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Karena pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pendidikan gratis di sekolah negeri.

“Sementara ini masyarakat maunya ke swasta padahal sebetulnya nafsu besar tenaga kurang, kalau tidak mampu itu mbok ya sudahlah ke sekolah negeri,” pesannya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyatakan, SD negeri di Kota Jogja tidak diberikan batasan untuk menarik siswa luar kota. Misalnya dari Kabupaten Sleman dan Bantul yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Jogja pada SPMB tahun ini.

“Sekolah ya cari murid langsung, yang kedua harus meningkatkan prestasinya. Misal nilai TKA-TKAD (tes kemampuan akademik) bagus, itu sudah menarik,” terang Budi. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tersisa 1.000 kursi #penambahan siswa #evaluasi kepsek #SPMB SD #hasto wardoyo