Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa SMP Diminta Bawa iPad 11, Kebijakan Pembelajaran Digital Dua SMP Negeri di Sleman Disorot

Delima Ayu Pradika • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:07 WIB
Ilustrasi anak bermain gadget
Ilustrasi anak bermain gadget

 

 

SLEMAN – Dengan alasan digitalisasi, siswa SMPN 4 Pakem Sleman diwajibkan memiliki iPad atau tablet jenis terbaru. Sedang di SMPN 1 Godean siswanya diminta membawa laptop dengan spesifikasi tertentu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). 

 

Bahkan di SMPN 4 Pakem ada surat edaran dari sekolah. Salah satu wali murid yang tidak ingin dikorankan namanya membenarkan hal ini. Dia sebut ada surat edaran dari sekolah yang meminta wali murid menyediakan iPad untuk menunjang pembelajaran digital. Jenisnya juga ditentukan untuk dua seri terbaru. 

"Kalau tablet biasa kurang kompatibel jadi mereka mintanya iPad. Kalau sekarang yang terbaru seri 11 jadi bisa pilih antara seri 10 atau 11," katanya dihubungi, Rabu (17/6). 

 Baca Juga: 544 Warga Kalurahan Sitimulyo Yang Terdampak TPA Piyungan Dapat Bantuan BPJS Kesehatan, Bentuk Kompensasi Atas Gangguan Kesehatan

Menurutnya, iPad ini memang disediakan mandiri oleh wali murid sehingga tidak ada bantuan anggaran khusus dari sekolah. Dia sendiri membelikan untuk anaknya dengan harga sekitar Rp 6 juta.  "Mungkin persyaratan ini juga yang membuat kuota tidak mampu sekolah juga tidak terisi," analisisnya. 

 

Meski demikian, dia menegaskan sama sekali tidak keberatan pada aturan ini mengingat siswa sekarang hidup di era digital. Hampir seluruh tugas dan ujiannya juga dikerjakan lewat iPad tersebut, seperti membuat materi presentasi. Dia bahkan mengaku sampai jarang membelikan buku tulis untuk anaknya. 

 

Lewat fasilitas ini, dia melihat sendiri perkembangan anaknya dalam memahami teknologi terkini. Tak jarang dia bahkan meminta bantuan untuk membuat poster, mengedit video, atau membuat desain grafis tertentu.

Baca Juga: Komisi II DPR RI Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Kasultanan dan Kadipaten, Ini Katanya

Selagi fasilitas ini digunakan untuk hal positif dan membuat anaknya semakin pandai, dia akan terus mendukung meski harus merogoh kantong lebih dalam. "Kalau iPad menunjang anaknya jadi maju kenapa enggak," terangnya. 

 

Kepala Sekolah SMPN 4 Pakem C.Cahayaningsih menampik anggapan jika sekolah mewajibkan para siswa untuk memiliki iPad. Hanya saja di sekolahnya memang pembelajaran diselenggarakan berbasis digital.

Untuk itu dari sekolah menginformasikan hal ini sejak awal pada wali murid. Beberapa wali murid dia sebut bahkan sudah menyediakan karena mendapat informasi dari kakak kelas. "Tapi enggak ada tidak apa-apa, bisa dipinjami dari sekolah," elaknya. 

 Baca Juga: Gubernur DIY HB X TakToleransi bagi Penyimpangan Pemanfaatan TKD, Tetap Proses Hukum Oknum dan Penerapan Sanksi Administratif

Hanya saja tidak mungkin sekolah meminjami untuk seluruh siswa sehingga pendataan semacam ini sangat penting. Mereka yang dipinjami ini juga hanya bisa menggunakan selama pembelajaran berlangsung dan tidak bisa dibawa pulang.

Cahaya juga membantah jika SMPN 4 Pakem mengharuskan siswa memiliki spesifikasi tertentu. Hanya saja diakui memang tidak semua bisa kompatibel dan memiliki jaringan yang sama. 

"Misal untuk memantau anak saat pembelajaran itu sedang membuka apa, itu perlu jaringan yang sama. Ada yang bisa ada yang enggak," jelasnya. 

 Baca Juga: Kurs Dolar Fluktuatif dan Bergejolak, Pemprov DIY Mulai Petakan Proyek yang Berisiko Terdampak  

SMPN 4 Pakem juga tidak serta-merta menerapkan pembelajaran digital sepenuhnya. Sekolah yang berlokasi di Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman ini mengkolaborasikannya dengan pembelajaran konvensional seperti menulis di buku. Sekolah juga menyediakan buku paket yang bisa dipinjamkan.

 

Sedang di SMPN 1 Godean dengan alasan dijadikan sekolah rujukan Google dan mengedepankan digitalisasi setiap tahun ajaran baru, siswa baru dimohon mengusahakan satu laptop.

 

"Bukan harus. Cuma ini awal dari informasi jika sekolah kami dijadikan sekolah rujukan Google," kata Kepala Sekolah SMPN 1 Godean, Catur Haryadi dikonfirmasi, Rabu (17/6). 

Baca Juga: Pemkot Magelang Kejar Solusi Jaga Stabilitas Daging Sapi Tanggapi soal Rencana Mogok Pedagang

Sekolah yang berlokasi di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman ini menyerahkan pada siswa, mereka bisa membeli, meminjam, atau atau bagaimana tergantung orang tuanya. Hal itu sudah berjalan bertahun-tahun. “Mohon maaf sering kami infokan jauh hari sebelum siswa baru masuk," ujarnya. 

Apabila siswa keberatan atau tidak punya juga tidak masalah. Nantinya bisa meminjam atau memakai bersama dengan temannya. Kepemilikan laptop ini juga bukan suatu syarat untuk bisa diterima di SMPN 1 Godean.

Hanya saja agar orang tua tidak kaget jadi alangkah baiknya memang diinfokan jauh-jauh hari.  "Masalah spesifikasi silakan yang penting bisa digunakan," tambahnya. (del/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #ipad #SMPN 1 Godean #SMPN 4 Pakem #laptop