MAGELANG- SMK Citra Medika Kota Magelang terus memperkuat posisinya sebagai sekolah kesehatan yang adaptif dan berorientasi masa depan. Berbekal visi membentuk lulusan yang berakhlak mulia, unggul, dan berdaya saing internasional, sekolah ini menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama.
Humas SMK Citra Medika Kota Magelang Bagus Fidriansyah mengutarakan, pembentukan akhlak menjadi prioritas di tengah dinamika generasi saat ini. "Akhlak mulia menjadi dasar. Setelah itu, kita dorong siswa untuk unggul di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik," ujar dia di kantornya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, ketika karakter sudah terbentuk dengan baik, maka berbagai aspek positif lain akan mengikuti. Baik dalam prestasi akademik, hubungan sosial, maupun kesiapan menghadapi dunia kerja.
Baca Juga: Tahap Penyelidikan, Polda DIY Periksa Delapan Orang dalam Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
Bahkan, kata dia, para siswa disiapkan untuk go international. Konsep tersebut bukan sekadar wacana. Sejak 2017-2018, SMK Citra Medika telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang untuk penempatan lulusan sebagai caregiver di rumah sakit lansia.
Dalam setiap angkatan, rata-rata 20 hingga 30 lulusan diberangkatkan ke Jepang. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan, baik di Indonesia maupun di Jepang, sambil menambah pengalaman internasional.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, sekolah menerapkan sistem pembelajaran berbasis teaching factory sejak kelas XI. "Pada jurusan farmasi, siswa dilatih memproduksi berbagai produk, baik food maupun non-food," bebernya.
Baca Juga: Jabat sebagai Plt Kepala Kantor Pertanahan Sleman, Andi Reza Pastikan Lakukan Evaluasi
Sementara pada jurusan keperawatan, siswa mengembangkan layanan jasa seperti baby spa, perawatan lansia, hingga wound care. Tidak hanya itu, siswa juga menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di berbagai sektor, mulai dari apotek, puskesmas, klinik, rumah sakit, hingga industri obat herbal.
Khusus bagi siswa keperawatan yang berminat ke Jepang, PKL dilakukan di panti lansia yang telah dikurasi untuk menunjang kompetensi internasional. Pendekatan ini diperkuat dengan sinkronisasi kurikulum bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Para pengajar pun, diwajibkan mengikuti program magang di rumah sakit, klinik, maupun apotek agar tetap mengikuti perkembangan terbaru di bidang kesehatan. "Dunia kesehatan terus berkembang. Jadi guru juga harus update," tambahnya.
Baca Juga: Waspada! Tak Lagi Identik Dengan Lansia, Risiko Hipertensi Mulai Muncul Pada Usia Muda di DIY
Dia melanjutkan, selain fokus pada kesiapan kerja dan pendidikan lanjutan, SMK Citra Medika juga aktif mendorong prestasi siswa di berbagai bidang. Tidak hanya di ajang LKS tingkat nasional, sekolah ini juga rutin meraih juara dalam Popda, serta berbagai lomba seni, karya ilmiah remaja, hingga konten kreatif.
Beragam ekstrakurikuler turut mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, seperti PMR, panahan, teater, hingga KIR. Pembinaan dilakukan secara intensif oleh guru pembimbing hingga siswa siap berkompetisi.
Dari sisi penyerapan lulusan, komposisinya bersifat dinamis setiap tahun. Pada 2026, sekitar 60 persen lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara 40 persen langsung bekerja.
Baca Juga: Miliki LP2B, Pemkab Kulon Progo Berharap Ada Insentif dari Pemerintah Pusat
Selama ini, kata Bagus, sekolah memastikan setiap siswa telah memiliki rencana yang jelas sebelum lulus, sehingga tidak ada kebingungan dalam menentukan langkah selanjutnya.
"Tugas kami adalah mendampingi. Kami tidak memaksakan siswa harus kerja atau kuliah, tapi membantu mereka menemukan pilihan terbaik sesuai minat dan potensinya," tambahnya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita