JOGJA - Jogja sebagai kota pendidikan dan budaya kerap tercoreng dengan maraknya aksi kejahatan jalanan oleh kalangan usia pelajar.
Namun, hal itu dapat ditepis dengan kegiatan positif.
Salah satunya adalah kreasi para siswa-siswi SMA Negeri 5 Jogja.
Mereka menemukan cara mencetak kain bermotif batik dengan metode yang unik.
Sekolah yang berada di bilangan Prenggan, Kotagede, Jogja ini memiliki ekstrakurikuler (ekskul) membatik.
Andika Industriana (40) seorang perupa yang mengampu ekskul ini mengatakan selain cara membatik konvensional, juga diajarkan metode baru.
Inovasi yang dimaksud adalah pada teknis proses pembuatannya.
Di antaranya, siswa memperbarui motif-motif batik yang ada dengan teknologi terkini.
Baca Juga: Inovatif! Mahasiswa Polbangtan Kementan Ciptakan Gel Penyembuh Luka Ternak Berbasis Protein Hewani
"Para murid memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan AI (artificial intelligence). Hasilnya motif batik menjadi lebih presisi dan variatif," kata Andika yang akrab dipanggil Dwikun, Rabu (20/5/2026) pagi.
Motif batik sekolahan yang bernama Puspa Negara dapat direproduksi dalam banyak kreasi tanpa menghilangkan sisi originalitasnya.
Variasinya meliputi komposisi antarmotif, layout, maupun warna. Motif batik menjadi lebih atraktif dan dinamis.
Menariknya lagi, para murid mampu mencetak motif batik secara massal di atas kain.
Inovasi ini cukup unik.
Mereka mengadopsi teknik film foto analog atau cuci klise.
Lembaran mika transparan yang bermotif batik dipres kaca di atas kain yang sudah dilumuri cairan kimia lalu dipaparkan sinar matahari.
Hasilnya motif tercetak di atas kain.
Bahan yang digunakan cukup sederhana, seperti cairan film sablon, pewarna indigosol, kaca, kain, dan penjepit kertas.
"Secara prinsip, tehnik ini mirip dengan printing. Namun lebih simpel dan bisa dilakukan siapapun dan di manapun," jelas Dwikun yang merupakan alumni jurusan lukis ISI Yogyakarta.
Para siswa-siswi yang mengikuti eskul membatik ini telah menggelar pameran hasil karyanya.
Dengan mengusung tema Wastra Salira. Belasan karya dipajang di Aula Puspa Negara, lantai dua kompleks sekolah.
Puncaknya, karya-karya ini direncanakan akan diboyong ke Taman Budaya Embung Giwangan, Jogja dalam rangakaian acara pameran pendidikan pada beberapa hari ke depan. (hep)