Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMP MPlus Gunungpring Padukan Akademik hingga Pengembangan Bakat Minat, Cetak Siswa Berprestasi lewat Kelas Talenta dan Sidang Riset

Naila Nihayah • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:00 WIB
BERKARAKTER: Para siswa di SMP MPlus dilatih untuk cakap, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dok: Tangkapan Layar Instagram @smp_mplus_gunungpring
BERKARAKTER: Para siswa di SMP MPlus dilatih untuk cakap, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dok: Tangkapan Layar Instagram @smp_mplus_gunungpring

MUNGKID - Di tengah persaingan sektor pendidikan dan derasnya arus digitalisasi, SMP Muhammadiyah Plus (MPlus) Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang menghadirkan pendekatan berbeda.
Sekolah ini tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, hingga kemampuan riset siswa sejak dini.

Kepala SMP MPlus Gunungpring Efi Nurul Utami menyebut, konsep pendidikan di sekolahnya dirancang menyeluruh dengan menggabungkan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman serta pengembangan bakat minat siswa.
Baca Juga: Pemain Asal Ghana Latif Blessing Segera Mendarat ke Sleman, Bergabung dengan PSS untuk Perkuat Musim Depan
Visi dan misinya, tidak hanya soal akademik, tapi juga pembentukan karakter. "Ada pembiasaan 5S, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, hingga penanaman mentalitas ikhlas dan tanggung jawab ibadah," ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026).

Sistem pembelajaran di SMP MPlus menggunakan pola full day school, dimulai pukul 06.30 hingga 15.30. Waktu belajar yang panjang ini diisi dengan berbagai aktivitas terstruktur, tidak hanya pelajaran di kelas, tetapi juga pembiasaan harian.

Setiap Selasa, siswa mengikuti kegiatan khitobah atau latihan pidato atau kultum singkat selama tujuh menit di hadapan teman-teman mereka.

Baca Juga: Tanpa Beban di SSA Bantul, PSIM Jogja Berpeluang Jadi Penentu Nasib Madura United dalam Klasemen  

Kegiatan ini dilakukan setelah salat Duha berjamaah dan bertujuan melatih kepercayaan diri sekaligus kemampuan literasi.

Sementara itu, pada Rabu hingga Jumat, siswa menjalani program tahfiz. Setiap pagi, mereka menyetorkan hafalan dengan target minimal tujuh surah saat lulus.
"Ini bukan sekadar hafalan, tapi pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," kata Efi.

Dia menjelaskan, yang menjadi kekuatan utama SMP MPlus adalah ruang eksplorasi bakat yang luas. Sekolah menyediakan 15 Kelas Talenta, mulai dari robotik, coding, olimpiade, hingga tata boga. 

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Pembinaan Usia Dini: Pemain Indonesia Terlambat Belajar Sepak Bola

Selain itu, tersedia sekitar 22 kegiatan ekstrakurikuler. Kelas Talenta digelar setiap Sabtu pagi, sebelum dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Melalui skema ini, siswa diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan potensi masing-masing. "Prinsip kami, tidak ada siswa yang bodoh. Semua punya keistimewaan. Tugas sekolah adalah menemukan dan mengembangkannya," tegas Efi.

Untuk memastikan hal itu, proses seleksi siswa baru dilakukan cukup ketat, meliputi tes akademik, psikotes, dan wawancara. Dari hasil tersebut, sekolah memetakan minat dan bakat siswa sejak awal.
Baca Juga: Gelombang Cuaca Panas Intai Momen Long Weekend di Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG!
Efi melanjutkan, pendekatan tersebut berbanding lurus dengan capaian prestasi. Hingga April 2026, SMP MPlus tercatat mengoleksi 453 prestasi tingkat nasional yang telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional, menempatkannya di peringkat lima nasional.

Di bidang akademik, sekolah ini juga menunjukkan performa kuat. Berdasarkan nilai ujian nasional terakhir, SMP MPlus berada di peringkat 13 tingkat provinsi, peringkat pertama untuk sekolah swasta di tingkat kota, serta masuk tiga besar secara keseluruhan.

Satu inovasi menarik yang dikembangkan adalah ujian praktik berbasis riset, yang disebut Jejak Belajarku. Dalam model ini, siswa kelas IX mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka lakukan sejak kelas VII atau VIII.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan di Pantai Bantul Meningkat saat Libur Panjang, Seafood Jadi Daya Tarik Kawasan Pansela Barat

Efi menyebut, formatnya menyerupai sidang skripsi di perguruan tinggi. Siswa menyusun laporan menggunakan metode STAR, membuat presentasi, dan memaparkan hasilnya di hadapan sekitar 10 guru penguji, bahkan disaksikan orang tua.

Program ini merupakan bagian dari target jangka panjang sekolah dalam membangun budaya riset di kalangan siswa.
"Anak dilatih menyampaikan ide, mempertanggungjawabkan riset, dan percaya diri berbicara di depan publik," terangnya.

Selain itu, sekolah ini juga memiliki program student exchange yang telah berjalan sejak 2014. Program ini dilaksanakan dua tahun sekali dan bersifat opsional.

Baca Juga: Ubur-Ubur Jenis Impes Mulai Muncul di Pantai Gunungkidul, Tiga Wisatawan Anak-Anak Tersengat  

Rencananya, siswa akan mengikuti pertukaran pelajar ke Singapura dan Malaysia untuk merasakan pengalaman belajar sekaligus mengikuti kompetisi internasional.

Meski memiliki banyak program unggulan, SMP MPlus tidak lepas dari tantangan. Salah satu yang terbesar adalah pengaruh dunia digital terhadap karakter siswa.
Jika dulu pendidikan bertumpu pada tiga pusat atau sekolah, keluarga, dan masyarakat, kini bertambah satu lagi, yakni dunia maya.
Baca Juga: BPBD Bantul Anggarkan Rp 20 Juta untuk Kebutuhan Droping Air Bersih, Sampai saat Ini Belum Ada Pengajuan
Dengan berbagai pendekatan tersebut, SMP MPlus menargetkan tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mental juara. 
Sekolah mengusung tagline Sekolah Para Juara, yang dimaknai bukan sekadar kemenangan dalam lomba, tetapi kemampuan setiap siswa untuk menjadi versi terbaik dirinya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#SMP MPlus Gunungpring #konsep pendidikan #Pengembangan Bakat #Magelang #akademik