MAGELANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sejumlah mahasiswa Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mengikuti pelatihan manajemen kurban dan asah bilah di Kebun Herbal Indo Utama, Japun, Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Minggu (10/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari manajemen kurban sesuai syariat Islam, teknik penanganan hewan, praktik penyembelihan halal, hingga teknik mengasah bilah pisau sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Juru Sembelih Halal (Juleha) Nomor 147 Tahun 2022.
Pelatihan diikuti 138 peserta yang dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Sleman, Boyolali, Semarang, Kebumen, Temanggung, dan Pekalongan. Peserta terdiri atas praktisi, akademisi, dokter hewan, pelaku usaha peternakan, hingga mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan peternakan, khususnya dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci penguatan sektor pertanian nasional.
“Kita harus memastikan setiap pelaku di sektor ini memiliki kompetensi terstandar agar mampu menghasilkan produk yang aman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan kompetensi SDM merupakan fondasi penting dalam menjawab tantangan pertanian modern.
“Di era saat ini, ketika masyarakat semakin kritis terhadap kualitas dan kehalalan produk, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten menjadi sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Juleha Indonesia Kabupaten Magelang Arif Roby mengajak peserta untuk memahami teknik penyembelihan sesuai standar dan syariat.
“Mungkin banyak orang bisa menyembelih, tetapi tidak semua orang mau belajar menyembelih sesuai syariat,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus memperdalam ilmu dan etika profesi juru sembelih halal.
“Teruslah belajar dan rendah hati, karena pisau yang tajam tanpa ilmu dan adab bisa melukai. Namun ilmu yang benar akan menjadi jalan keberkahan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Salah satu peserta pelatihan Sandy Subagio mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis yang melengkapi materi perkuliahan di kampus.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman penting bagi kami mahasiswa peternakan, khususnya terkait teknik penyembelihan halal serta penggunaan asah bilah yang sesuai standar,” katanya.
Dia berharap, pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Terpisah, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan Yoma Acep Perdinan mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang aktif meningkatkan kompetensi di bidang manajemen kurban dan juru sembelih halal.
“Partisipasi mahasiswa dalam pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membentuk SDM pertanian yang kompeten, berintegritas, dan berstandar global,” ucapnya.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji