MAGELANG – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung pengembangan peternakan modern dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pendampingan kepada peternak yang dilakukan dengan menerima kunjungan 37 pengurus dan anggota Kelompok Tani Maju Lancar, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, di Kampus Tegalrejo, Magelang, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari sistem manajemen pengelolaan ternak modern yang diterapkan di Teaching Factory Polbangtan Yoma. Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi media transfer teknologi, informasi, dan pengalaman kepada peternak agar mampu meningkatkan produktivitas usaha ternak secara berkelanjutan.
Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya percepatan adopsi inovasi dan teknologi di sektor pertanian.
“Inovasi tidak boleh berhenti di satu unit saja. Harus menular ke semua lini agar manfaatnya dirasakan luas,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama kemajuan sektor pertanian dan peternakan nasional.
“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mengupayakan peningkatan SDM pertanian agar mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan zaman,” ujar Idha.
Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Sekretaris Jurusan Peternakan Annisa Putri Cahyani menyampaikan bahwa Polbangtan Yoma membuka ruang kolaborasi dan pendampingan bagi kelompok tani dan peternak sebagai upaya mencetak SDM pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
“Melalui interaksi langsung, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang aplikatif sehingga mampu meningkatkan kapasitas serta kemandirian petani dan peternak di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan teknologi modern dinilai mampu membantu peternak mengelola usaha ternak secara lebih terukur, sehat, efisien, dan ramah lingkungan. Kegiatan kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dengan pelaku utama sektor pertanian.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kranggan, Indra Purnama Aji yang mendampingi kelompok tani berharap para peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dalam pengembangan usaha ternak di daerahnya.
“Kunjungan ke Polbangtan Yoma sangat bermanfaat bagi peternak karena menambah wawasan tentang manajemen peternakan modern sekaligus membuka pemahaman terhadap perkembangan teknologi pertanian yang semakin pesat,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dan berdiskusi langsung dengan dosen serta pranata laboratorium pendidikan mengenai pengelolaan pakan, pengendalian penyakit ternak, hingga pengolahan limbah peternakan. Para peternak juga berkesempatan meninjau fasilitas Teaching Factory untuk melihat secara langsung penerapan sistem peternakan modern di Polbangtan Yoma.
Melalui penguatan pendampingan dan transfer teknologi ini, Kementerian Pertanian berharap sektor peternakan nasional semakin modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan produksi pangan serta kesejahteraan peternak di berbagai daerah.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji