RADAR JOGJA - Guru umumnya hanya mengajar, memberikan pembelajaran di sekolah.
Namun tidak dengan guru di Sekolah luar biasa (SLB) Bhakti Wiyata Kulon Progo.
Mereka juga mengantarkan siswa sampai ke rumah sepulang sekolah.
"Itu sudah biasa dilakukan guru-guru di sini (SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo, Red)," ungkap Kepala Sekolah SLB Bhakti Wiyata, Tresnaning Putri, Jumat (1/5/2026).
Sekolah yang terletak di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo itu mendidik 59 siswa dengan hambatan tuna netra, rungu, grahita, daksa, dan autis.
Sedangkan jumlah tenaga pendidik sebanyak 15 orang.
Seluruh tenaga pendidik dibekali kecakapan pendidikan luar biasa.
Lebih lanjut disampaikan Tresnaning Putri, bahwa guru mengantarkan siswa sampai ke rumah itu sebagai bentuk pengabdian.
Sebab, transportasi kendaraan belum merata.
Keberadaan bus sekolah masih terbatas.
Sehingga tidak seluruh siswa bisa menggunakan kendaraan antar jamput itu.
Dengan keterbatasan yang ada, tentunya anak-anak sulit menjangkau transportasi umum tanpa pendampingan.
"Sehingga guru inisiatif mengantarkan siswanya. Terutama di Kapanewon Temon, belasan siswa diantarkan," imbuhnya.
Perjuangan para guru dalam upaya memberikan pelayanan optimal sebagai bentuk kemelekatan emosional sekaligus amalan tambahan tak main-main, belasan kilometer pun ditempuh, meskipun kadang kala beda rute perjalanan.
Guru mengandalkan sepeda motor pribadinya.
Meski demikian, ia bersyukur semenjak layanan bus sekolah beroperasi, siswa yang diantarkan pulang sampai rumah sudah mulai berkurang.
Layanan Pendidikan
Seperti sekolah-sekolah pada umumnya, SLB Bhakti Wiyata memiliki waktu belajar Senin sampai Jumat.
Terdiri dari jenjang SD sampai SMA.
Pada jenjang SMA, terdapat kurikulum dengan porsi besar pada keterampilan.
Keteramlilan yang diajarakan ke siswa, di antaranya; keterampilan menjahit, membatik, dan pertanian.
Baca Juga: Waspadai Lini Serang PSIS Semarang dan Asnyari Lubis Minta PSS Sleman Main Agresif Sejak Awal
Keterampilan ini sengaja diberikan ke siswa sebagai bekal hidup.
Tujuannya, agar siswa setelah lulus dapat memperoleh pekerjaan yang layak.
"Minimal mendapat penghidupan atas keterampilan yang diajarkan saat di sekolah," ungkap perempuan yang akrab disapa Putri itu.
Selain mata pelajaran keterampilan, SLB Bhakti Wiyata menyelenggarakan ekstrakulikuler.
Yaitu, pramuka, berenang, dan tenis meja.
Prestasi dari keterampilan yang diolah di SLB juga diakui banyak orang.
Setiap tahunnya sekolah ini mengirimkan siswanya untuk berkompetisi.
Beberapa kejuaraan tingkat kabupaten dan provinsi pernah disabet siswa dari SLB ini.
"Tahun ini kami akan bertanding pada FLS2N tingkat provinsi," sebutnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva