MUNGKID - Pemkab Magelang mulai memetakan langkah pembenahan sistem pendidikan dengan menempatkan guru sebagai titik sentral perubahan.
Di tengah tuntutan administrasi, persoalan hukum, hingga tekanan sosial yang kian kompleks, perlindungan terhadap profesi guru dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi kerja para guru. Dia menilai, suasana yang penuh tekanan justru akan menghambat proses belajar-mengajar di ruang kelas.
"Guru tidak bisa bekerja optimal kalau berada dalam rasa takut atau tertekan. Pendidikan yang baik lahir dari suasana yang sehat," ujarnya di Gedung Graha Dwija PGRI, Muntilan, Sabtu (11/4).
Dia mengatakan, pemkab tengah menyiapkan sistem advokasi bagi guru. Skema ini diharapkan menjadi payung perlindungan ketika tenaga pendidik menghadapi persoalan hukum maupun konflik dalam praktik pendidikan.
Selain itu, lanjut dia, evaluasi terhadap beban administratif seperti E-Kinerja dan platform Merdeka Mengajar juga akan dilakukan. Grengseng menilai, beban administratif yang berlebihan dapat mengurangi fokus guru dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: Frank Lampard Akui Ada Ketegangan di Coventry City Jelang Promosi ke Premier League
"Advokasi harus hadir sebelum masalah muncul. Jangan sampai guru menghadapi persoalan sendiri," kata Grengseng.
Selain perlindungan, isu kesejahteraan juga menjadi sorotan. Pemkab berupaya menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, khususnya terkait pemenuhan hak-hak guru. Kelompok yang menjadi perhatian antara lain guru PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, serta tenaga honorer yang selama ini masih menghadapi ketidakpastian status dan kesejahteraan.
Di sisi lain, dia menilai, persoalan pendidikan tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, hingga keluarga menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.
Baca Juga: Persib Bandung vs Bali United, Bojan Hodak Ingin Pangeran Biru Lanjutkan Tren Positif di Kandang
Pendekatan ini, kata dia, juga berkaitan dengan tantangan yang semakin kompleks, termasuk meningkatnya kenakalan remaja dan persoalan kesehatan mental siswa.
Dia menambahkan, sejumlah kasus yang melibatkan anak-anak menunjukkan kondisi psikologis yang memprihatinkan, bahkan hingga pada titik kehilangan makna hidup.
"Ini realitas yang harus kita hadapi bersama. Tidak bisa hanya diserahkan ke sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, YIA Masih Dipadati Penumpang
Ketua PGRI Kabupaten Magelang Susno menegaskan, di tengah tuntutan peningkatan kesejahteraan, guru tetap harus menjaga profesionalitas dan integritas.
Dia mengingatkan, status sebagai aparatur sipil negara (ASN) membawa tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di masyarakat. "Selain memperjuangkan hak, kewajiban juga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo