JOGJA - Kepemimpinan Bambang Riyanta di Universitas Siber Muhammadiyah berlanjut. Bambang kembali dilantik sebagai rektor untuk periode 2025–2029 dalam seremoni penuh khidmat di Suara Muhammadiyah Tower, Sabtu (14/2/2026).
Pada kesempatan yang sama turut dilantik jajaran wakil rektor. Punang Amaripuja dipercaya memegang Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan.
Sementara Wahyudi menjabat Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya yang membawahi administrasi umum, keuangan, serta teknologi informasi. Masa jabatan kedua wakil rektor mulai 2026 hingga 2030.
Usai prosesi pelantikan, Bambang langsung membeberkan arah besar pengembangan kampus. Ia memperkenalkan konsep yang disebut SiberMu Future Visite Lite, sebuah cara pandang masa depan yang mulai ditarik untuk diwujudkan hari ini.
“Kami membingkai perjalanan kampus dalam alur masa lalu, masa kini, dan masa depan. Future itu tidak menunggu, tapi kita hadirkan sekarang,” ujarnya.
Dari Penguatan Fondasi ke Ekspansi Besar
Bambang mengingatkan, fase awal kepemimpinannya pada 2021–2024 menjadi season pertama yang fokus pada penguatan kelembagaan serta internalisasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Tahap itu, menurutnya, adalah periode membangun pondasi.
Kini, SiberMu memasuki season kedua bertajuk Awesome Expansion. Ekspansi ini terbagi menjadi empat episode (satu episode pertahun) akan diwujudkan melalui pengembangan program, lahirnya produk inovatif, hingga pembukaan pusat-pusat pembelajaran baru.
Targetnya tidak kecil. Setidaknya lima program studi (prodi) baru disiapkan. Beberapa opsi seperti desain komunikasi visual, perdagangan internasional, PGSD, PGPAUD, komunikasi, psikologi, hingga pendidikan agama Islam menjadi bidikan Bambang.
“Pertumbuhan harus dibarengi tata kelola yang kuat. Good governance menjadi kunci agar ekspansi tetap sehat,” tegasnya.
Kampus Digital Kian Diminati
Saat ini Universitas Siber Muhammadiyah mengelola enam program studi sarjana berbasis pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan seluruhnya telah terakreditasi baik sekali. Antusiasme masyarakat terlihat dari pendaftar yang melampaui 14 ribu orang, dengan mahasiswa aktif lebih dari 4.600.
Menariknya, mayoritas mahasiswa adalah para pekerja dengan usia rata-rata di atas 33 tahun. Bahkan terdapat mahasiswa berusia 74 tahun yang tetap bersemangat menempuh pendidikan tinggi.
Data itu, kata Bambang, menunjukkan bahwa sistem PJJ benar-benar menjawab kebutuhan zaman.
“Kami ingin menjadi pelopor inovasi teknologi sekaligus membuka akses pendidikan tinggi seluas mungkin, fleksibel, dan tetap bermutu,” katanya.
Siapkan AISA dan Penyempurnaan Pembelajaran VR
Sebagai kampus berbasis teknologi, SiberMu sadar betul bahwa era kecerdasan buatan membawa perubahan besar. Karena itu, mereka menyiapkan AISA (AI for Cyber Assistant), chatbot berbasis AI yang akan membantu layanan akademik dan administrasi mahasiswa selama 24 jam.
Selain itu, teknologi immersif seperti virtual reality (VR) juga terus dikembangkan untuk memperkaya pengalaman belajar.
Langkah ini diharapkan membentuk ekosistem kampus digital yang responsif sekaligus adaptif terhadap kebutuhan generasi pembelajar baru.
Harapan Jadi Pelopor Nasional
Sejumlah tamu undangan turut memberikan apresiasi. Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Dede Haris Sumarno, menilai SiberMu memiliki peluang besar menjadi pionir pendidikan tinggi digital.
“SiberMu harus melampaui batas fisik. Bukan sekadar kampus daring, tetapi pusat riset dan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dede
Perwakilan LLDIKTI Wilayah V, Tego Sudarto berharap kampus ini terus berkembang hingga meraih akreditasi unggul. Senada, Ahmad Muttaqin dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah menyampaikan ucapan selamat sekaligus dorongan untuk melahirkan capaian-capaian baru.
Dengan peluncuran SiberMu Future Visite Lite, kepemimpinan periode ini diharapkan menjadi titik akselerasi. "Bukan hanya bertumbuh, tetapi juga melompat lebih jauh sebagai rujukan kampus digital di Indonesia," tegas Ahmad. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin