Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

80 Tahun FK-KMK UGM, Tak Sekedar Riset, Dorong Hilirisasi Alat Kesehatan Masuk Rumah Sakit

Rizky Wahyu Arya Hutama • Jumat, 6 Februari 2026 | 17:05 WIB

 

Keterangan Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Retno Sutomo, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Lina Choridah dan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pe
Keterangan Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Retno Sutomo, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Lina Choridah dan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pe
SLEMAN - Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kian menunjukkan taringnya dalam ekosistem inovasi medis di tanah air.

Memasuki usia delapan dekade, fakultas kedokteran tertua di Indonesia ini berkomitmen agar hasil riset akademisi tak hanya berakhir menjadi tumpukan dokumen di rak perpustakaan, melainkan hadir nyata di bangsal-bangsal rumah sakit.

Semangat itu tertuang dalam gelaran Medical Device Expo 2026 yang dihelat selama dua hari, yakni pada, Jumat (6/2) dan Sabtu (7/2) di Ruang C002 dan 003, Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Retno Sutomo menjelaskan, sebenarnya acara Dies Natalis FK-KMK yang ke-80 ini sekaligus juga menjadi Dies Natalis ke-14 RS UGM, kemudian Dies Natalis ke-44 Rumah Sakit dr. Sardjito, dan ke-98 Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro.

Menurut Sutomo kegiatan Dies Natalis ini juga diselenggarakan sebagai satu tradisi untuk melanjutkan komitmen bahwa FK-KMK UGM dalam satu sistem AHS (Academic Health System) untuk penguatan dalam bidang pendidikan dan juga kesehatan.

Tak hanya itu, Sutomo berharap acara Medical Device Expo 2026 ini agar bisa menjadi ekosistem inovasi alat kesehatan (alkes), mulai dari penelitian yang berkualitas, penyesuaian regulasi yang ketat, hingga kolaborasi dengan industri.

"Medical Device Expo ini menjadi titik temu. Kami ingin ada keberlanjutan. Jangan sampai penelitian berhenti di ranah akademik, tapi harus sampai pada hilirisasi di praktik kesehatan," katanya Jumat (6/2).

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Lina Choridah mengibaratkan usia 80 tahun FK-KMK bak kelapa yang sudah seharusnya menghasilkan santan yang kental dan bermanfaat bagi sesama.

Sehingga, menurutnya diusia yang terbilang sudah tidak muda lagi ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti untuk menjembatani produk hasil riset agar bisa diproduksi massal oleh industri dan digunakan oleh rumah sakit.

"Kaki kami (akademisi kedokteran) itu ada dua, satu di fakultas, satu di rumah sakit. Kami paham apa yang dibutuhkan di lapangan. Dengan kolaborasi kuat, inovasi yang canggih ini bisa memberikan dampak nyata bagi pasien," tegasnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerjasama UGM, Danang Sri Hadmoko menjelaskan acara Medical Device Expo 2026 ini memiliki banyak temuan-temuan yang bagus dari para investor dari lintas fakultas. Sehingga membuat kolaborasi lintas fakultas di UGM kini semakin cair.

"Kolaborasi ini sudah terbukti dan sudah diadopsi oleh banyak mitra. Ini kan kami juga bekerja sama dengan mitra industri," tandasnya. (ayu)

Editor : Bahana.
#UGM #Yogyakarta #FKKMK UGM