Piki mengatakan bahwa menyetrika bukan hanya tugas perempuan, melainkan juga laki-laki, begitu pun dengan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Piki berusaha menanamkan kepada muridnya bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama.
Piki menyoroti bagaimana budaya patriarki membentuk pemikiran bahwa sebagai contoh, perempuan harus bisa memasak, sementara laki-laki tidak perlu. Menurutnya, kemandirian adalah hak semua orang.
Jadi, laki-laki juga harus bisa mandiri, seperti halnya bisa memasak sendiri, bukan hanya perempuan.
“Patriarki sering bikin kita percaya, ‘cewek harus bisa masak, cowok nggak perlu’. Padahal, yang namanya kemandirian adalah hak semua orang,” ungkap Piki dalam unggahannya di akun Instagram miliknya, @pikipurba
Piki yakin, dengan mengajarkan pekerjaan rumah sejak dini, baik kepada anak perempuan maupun laki-laki akan membentuk kebiasaan baik di kehidupan sehari-hari.
“Kalau anak-anak diajari sejak dini, mungkin besok nggak ada lagi yang malu pegang setrika karena dia laki-laki,” tambahnya dalam keterangan tersebut.
Bagi Piki, sekolah bukan hanya tentang belajar membaca dan menghitung, tetapi juga sebagai ruang kesetaraan.
Sekolah adalah ruang untuk memahami satu sama lain bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak kecil, Piki sudah dibiasakan dengan pekerjaan rumah, seperti menyapu, menyetrika, dan merapikan baju. Baginya, ini bukan soal gender, tapi soal tanggung jawab.
Saat pertama kali mengajarkan cara menyetrika kepada murid-muridnya, banyak murid laki-laki yang merasa bingung dan terkejut.
Namun, beberapa lama kemudian mereka menjadi terbiasa. Pembelajaran tersebut menuai respons positif dari para orang tua.
Mereka mengaku bangga terhadap anak-anaknya yang sudah bisa merapikan baju sendiri semenjak pembelajaran tersebut.
Piki mengatakan bahwa menyetrika merupakan hal yang sering diremehkan. Bukan soal menyetrikanya, tetapi soal pesan bahwa pekerjaan rumah tangga bukan hanya tugas perempuan.
Penulis: Salwa Hunafa
Editor : Bahana.