BANTUL - Suasana pembagian rapor siswa di sejumlah sekolah di Bantul tampak berbeda dari biasanya.
Pada momen kali ini, kehadiran para ayah terlihat dominan saat mengambil rapor anak-anak mereka di sekolah.
Fenomena itu sejalan dengan peluncuran Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (Gemar) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak.
Di Bantul, gerakan itu diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Bantul Nomor B/100.3.4/09349/DPPPAPKB tentang pelaksanaan Gemar.
Implementasinya terlihat kemarin (19/12) di SMP Muhammadiyah Bantul, ketika para ayah datang bergantian bersama anaknya untuk menerima rapor di ruang-ruang kelas.
Salah satunya Totok Kunto Wibisono, 55, warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Ia mengaku hadir mengambil rapor anaknya setelah mengetahui adanya anjuran Gemar.
"Apalagi saya sudah beberapa bulan pensiun. Kalau istri masih bekerja, jadi saya yang datang mengambil rapor,” ujarnya saat ditemui di SMP Muhammadiyah Bantul.
Totok menuturkan, saat masih aktif bekerja, pengambilan rapor lebih sering dilakukan oleh sang istri lantaran dirinya berangkat pagi dan pulang hingga sore, bahkan malam.
Melalui Gemar, ia menilai ayah memiliki kesempatan lebih besar terlibat langsung dalam perkembangan anak.
"Lewat rapor ini kita jadi tahu bakat anak di mana. Setelah itu tinggal kita dukung. Jangan sampai memaksakan kehendak orang tua, kasihan anak. Apalagi anak saya perempuan,” katanya.
Ia mengaku senang bisa mengetahui perkembangan putrinya, Adelia citra Kirana putri, 14, siswi kelas 9, meski masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan.
Hal senada disampaikan Sariman, 56, juga warga Kalurahan Palbapang. Menurutnya, Gemar dapat menjadi dorongan bagi anak agar lebih giat belajar, sekaligus mempererat komunikasi orang tua dan anak.
"Saya belum lihat detail nilainya. Tapi kata wali kelas hasilnya cukup memuaskan. Sejak SMP ini, hampir selalu saya yang ambil rapor. Kalau waktu SD dulu, biasanya ibunya,” ujarnya.
Dari sisi siswa, Abdan Syakuro, 14, kelas 9, mengaku senang ayahnya bisa hadir mengambil rapor. "Senang lihat orang tua datang. Cita-cita saya ingin jadi bos muda,” tuturnya.
Meski demikian, tidak semua siswa didampingi ayahnya. Diva, 14, siswa kelas 9, misalnya, datang bersama ibunya. “Ambil rapornya sama ibu,” ucapnya.
Ibu Diva, Ariyanti, 39, warga Kalurahan Bantul, menjelaskan suaminya sebenarnya berencana hadir, namun harus masuk kerja pagi.
"Tadinya bapak yang mau ambil. Tapi kebetulan bapaknya kerja, jadi saya yang datang,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Bantul Eni Sri Lestari berharap Gemar ke Sekolah mampu memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak serta memperkuat komunikasi dalam keluarga.
"Dengan keterlibatan ayah, hubungan emosional dan psikologis antara anak dan orang tua, khususnya bapak, Insya Allah akan semakin baik,” harapnya. (cin/laz)
Editor : Herpri Kartun