JOGJA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) meluncurkan program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar).
Sejumlah sekolah di Kota Jogja pun mulai menerapkan, namun belum sampai mewajibkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Jogja Emma Widyaningsih mengatakan, pihaknya mendukung program Gemar.
Hanya sekolah belum menerapkan secara penuh atau tidak mengharuskan ayah para siswa sebagai pihak yang mengambil rapor.
Emma menyadari, tidak semua ayah siswa memiliki waktu luang di tengah hari kerja. Oleh karena itu, Gemar di SMPN 1 Jogja pun hanya sekAdar imbauan yang disampaikan melalui grup WhatsApp orang tua siswa.
Meskipun begitu, Emma mengungkap, sudah ada kesadaran para ayah siswa untuk mendukung Gemar.
Lantaran pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah ayah yang mengambil rapor naik dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.
"Kami belum menerapkan, karena kami tahu kesibukan orang tua. Sehingga siapa saja boleh ambil dan sebagian juga ada yang diambil berdua,” ujar Emma saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (19/12/2025).
Di sekolah lain, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 6 Jogja Abdul Rahman menyatakan, ada kenaikan jumlah ayah yang mengambil rapor. Dari total 864 siswa, 40 persen di antaranya diambilkan rapor oleh ayahnya.
Rahman menyebut, imbauan terkait Gemar sudah disampaikan kepada para orang tua siswa dua hari sebelum jadwal pengambilan rapor.
Baca Juga: Bendahara Kalurahan Wonokromo Diduga Gunakan APBKal untuk Investasi Bodong
Pihaknya pun mendukung gerakan itu karena akan memberi dampak positif kepada siswa.
"Ketika ayah hadir dalam momen penting anak, secara psikologis akan meningkatkan semangat belajar serta mendekatkan antara ayah dan anak,” bebernya.
Sementara Parwanto, salah satu orang tua siswa kelas tiga SDN Sinduadi Timur menilai dengan Gemar dirinya dapat mengetahui perkembangan anaknya di sekolah.
Sekaligus mendapat berbagai masukan dari guru tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anaknya.
Meskipun di tengah hari kerja, Parwanto mengaku tidak direpotkan dengan adanya Gemar. Sebab, hal itu sudah menjadi kewajiban sebagai orang tua.
"Meluangkan waktu sekitar satu jam untuk mengetahui perkembangan pendidikan anak, saya kira tidak mengganggu pekerjaan. Bisa izin sebentar," katanya. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun