Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMP Negeri 13 Yogyakarta Turunkan 159 Atlet Pelajar di Kompetisi KKO Tingkat DIY di Kulon Progo

Magang Radar Jogja • Jumat, 14 November 2025 | 14:00 WIB
LATIHAN: Siswa kelas khusus olahraga SMP Negeri 13 Yogyakarta berlatih sebelum jam masuk sekolah di Lapangan Minggiran, (13/11/2025).
LATIHAN: Siswa kelas khusus olahraga SMP Negeri 13 Yogyakarta berlatih sebelum jam masuk sekolah di Lapangan Minggiran, (13/11/2025).

RADAR JOGJA - SMP Negeri 13 Yogyakarta akan menurunkan sebanyak 159 atlet pelajar dalam ajang Kelas Khusus Olahraga (KKO) tingkat DIY yang akan digelar di Kulon Progo pada 27–30 November 2025.

Ajang tahunan ini mempertandingkan 20 cabang olahraga dan diikuti oleh sekolah penyelenggara KKO dari berbagai kabupaten dan kota di DIY.

Kepala sekolah SMP Negeri 13 Yogyakarta, Abdurahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan para atlet secara matang. SMP Negeri 13 merupakan satu-satunya sekolah negeri di Kota Yogyakarta yang memiliki KKO dan telah berdiri sejak 2009. “Program KKO dan terus berkembang pesat,” ujarnya ditemui di sekolah Kamis (13/11/2025).

Keberadaan KKO menjadi bukti komitmen sekolah dalam membina prestasi olahraga pelajar. Program yang awalnya hanya memiliki dua cabang unggulan, yakni sepak bola dan bola voli, kini telah berkembang menjadi sekitar 20 cabang olahraga, termasuk bulu tangkis, atletik, wushu, renang, basket, gateball, taekwondo, hingga catur. “Semua cabang kami bina dengan serius,” tambah Abdurahman.

Latihan KKO dilakukan tiga kali seminggu di Lapangan Minggiran yang berada di depan sekolah. Jadwalnya setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, mulai pukul 06.00–08.00, sebelum pelajaran dimulai. “Anak-anak datang pagi untuk latihan dulu, baru kemudian masuk kelas. Setelah latihan, mereka diberi waktu mandi dan sarapan,” jelasnya.

Selain pembinaan fisik, sekolah juga menekankan pendidikan karakter dan spiritual. Untuk siswa Muslim, terdapat program Madrasah Alquran setiap Senin dan Jumat, sementara siswa non-Muslim difasilitasi pembinaan keagamaannya. “Kami ingin anak-anak tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan mental yang baik,” ujarnya.

Pengurus KKO SMP Negeri 13, Sujiyanto, menambahkan bahwa seluruh pelatih yang mendampingi siswa adalah tenaga profesional berlisensi, sebagian berasal dari KONI dan beberapa pelatih nasional. “Pelatih kami berlisensi, baik tingkat D maupun nasional. Fokusnya bukan hanya pada teknik, tetapi juga sportivitas dan etika bertanding. Kami ingin anak-anak belajar tanggung jawab dan menghargai proses, bukan sekadar mengejar medali,” jelasnya.

SMP Negeri 13 juga memberi kesempatan bagi siswa reguler untuk mengikuti latihan KKO jika memiliki minat dan bakat di bidang olahraga. Tahun ini, sekitar 30 siswa reguler ikut persiapan lomba tingkat provinsi. Kebijakan ini disambut positif oleh siswa dan orang tua. “Banyak siswa reguler yang akhirnya menemukan potensi baru dan berprestasi setelah latihan bersama siswa KKO,” ujar Abdurahman.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Deni Sudaryanto menegaskan pemerintah memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan KKO di sekolah. “Pemerintah kota memberikan dukungan penuh melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah Khusus untuk KKO. Selain dana, kami juga menyediakan pelatih dan fasilitasi lomba,” ujarnya.

 Baca Juga: Soal Implementasi Larangan Transportasi Penumpang Roda Tiga, Dishub Kota Jogja Akui Terbatas Kewenangan

Deni berharap pembinaan olahraga di SMP Negeri 13 dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain. “Kami ingin KKO menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi sekaligus siswa yang berkarakter kuat,” tuturnya. (Lourenso Adit)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#atletik #edukasi #Madrasah Alquran #SMP Negeri 13 Yogyakarta #Disdikpora Yogyakarta #bulu tangking #renang #Taekwondo #KKO #Basket #catur #Sujiyanto #abdurahman #DIY #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta #gateball #lapangan minggiran #wushu #Deni Sudaryanto