SLEMAN- Dua Sekolah Rakyat (SR) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan bantuan bus sekolah dari Pemerintah Pusat.
Bus tersebut akan difungsikan sebagai angkutan para siswa apabila terdapat agenda kunjungan di luar sekolah.
"Dalam rangka mendukung program prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia."
"Untuk memperluas akses pendidikan melalui program sekolah rakyat."
"Dan memastikan instrumen pemerataan pembangunan dan keadilan sosial sebagai perwujudan transportasi yang berkeadilan."
"Ddalam bentuk kolaborasi sektor pendidikan dan sektor transportasi berupa bus sekolah untuk sekolah rakyat," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat ditemui di SRMA 20 Sleman, Kamis (11/6/2025).
Menhub dan Mensos dalam kesempatan yang sama juga menandatangani kesepakatan tentang sinergitas tugas, fungsi di bidang sosial dan transportasi.
Serta penyerahan bantuan bus sekolah kepada Pemprov DIY yang disaksikan langsung oleh HB X.
"Sebagai kota pelajar, DIY menjadi simbol penting bagaimana akses transportasi yang memadai."
"Dapat turut mendukung pemerataan kesempatan belajar bagi generasi penerus bangsa," bebernya.
Kemenhub telah menyerahkan sebanyak 25 unit bus sekolah di seluruh daerah di Indonesia.
Dua diantaranya diberikan untuk SRMA yang ada di DIY.
Bus tersebut diharapkan mampu mempermudah layanan angkutan sekolah bagi para siswa.
"InsyaAllah tahun depan jumlah bus yang akan kami berikan untuk sekolah rakyat akan kami tambah."
"Harapan kami bahwa bus yang akan kami sampaikan kepada sekolah rakyat bisa sesuai dengan jumlah sekolah rakyat yang bangun," paparnya.
"Dari keterbatasan menuju kesempatan," ujarnya.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X menambahkan, agenda tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah.
Melalui pendekatan holistik menghubungkan akses sosial, mobilitas dan pendidikan.
Hasil penelitian Kemenhub, lanjutnya, transportasi inklusif dapat meningkatkan peluang anak bertahan di sekolah hingga 30 persen lebih tinggi.
Bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan menciptakan nilai sosial.
"Pembangunan sosial tidak bisa berjalan tanpa sistem transportasi yang adil dan layak," tegasnya.
HB X juga berharap Sekolah Rakyat bisa berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY serta Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) agar bisa memfasilitasi siswa berkunjung ke museum.
Baca Juga: Tanpa Federico Barba, Bojan Hodak Tegaskan Persib Incar Tiga Poin di Malaysia
“Karena di Disbud ada bus yang bisa mengangkut anak-anak kita ke museum, tidak perlu sewa."
"Nanti Disbud yang akan membayar masuk museum, karena dalam satuan anggaran sekolah tidak ada."
"Sehingga sekolah rakyat bisa berkomunikasi dan ke museum,” jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin