Mereka menyelenggarakan program Bibliothèque Mobile (BIMO) atau perpustakaan keliling, berlangsung di JNM Bloc Jogja, Jumat (24/10).
Kegiatan yang terbuka untuk umum dan gratis ini menghadirkan berbagai aktivitas literasi dan edukasi menarik.
Puluhan siswa dari empat sekolah di DIY turut ambil bagian, meliputi SMAN 6 Jogja, SMAN 9 Jogja, SMAN 1 Depok Sleman, dan MAN 1 Jogja.
Manajer Penerbit Erlangga Cabang Jogja, Nestor Rico Sinurat menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow literasi nasional yang sebelumnya telah dimulai di Surabaya.
"Agenda kali ini literasi membaca yang kami lakukan di Jogja. Ada empat sekolah yang kami undang, tiap sekolah sekitar 30 siswa. Kami bekerja sama dengan IFI Jogja," ujar Nestor.
Ia menambahkan, setelah kota Jogja, program BIMO juga akan berlanjut ke beberapa kota lain seperti Solo pada 30 Oktober mendatang, hingga kota Malang, Bandung, dan Jakarta, yang pelaksanaannya kini masih dalam penjadwalan.
Di mana, bentuk acaranya berupa perpustakaan keliling dan berbagai kegiatan literasi.
"Buku yang dibawa merupakan koleksi Penerbit Erlangga dan IFI. Tujuannya untuk menggaungkan dan menggerakkan literasi di kalangan pelajar," jelasnya.
Adapun buku-buku yang dibawa juga cukup beragam, mulai dari pengembangan diri, ilmu pengetahuan, ensiklopedia, hingga novel dan buku-buku berbahasa Prancis.
"Target kami memang siswa sekolah. Ke depan bisa saja menjangkau jenjang SD atau SMP. Antusiasme siswa tinggi, dan kami optimistis ini awal yang baik untuk peningkatan literasi nasional," tambah Nestor.
Sementara itu, penanggung jawab bidang pengajaran IFI Jogja, Arya Seta menjelaskan, bahwa pihaknya turut membawa koleksi buku-buku berbahasa Prancis serta memberikan pengenalan langsung mengenai bahasa dan budaya Prancis kepada para peserta.
"Kami bawa sekitar 25 judul buku berbahasa Prancis, ada juga yang disertai terjemahan serta komik. Para peserta sebagian besar dari sekolah yang punya pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler bahasa Prancis," terang Arya.
Dalam kesempatan tersebut, Arya bersama tim IFI Jogja juga mengenalkan istilah hingga kata-kata umum dalam bahasa Prancis kepada para siswa.
"Ini kesempatan positif untuk mengenalkan bahasa dan budaya Prancis pada siswa yang baru pertama kali terpapar," lanjutnya.
Salah satu peserta dari SMAN 9 Jogja, Aliyyah Najla Az Zakira, mengaku senang dan antusias bisa mengikuti kegiatan tersebut.
"Di sekolah, bahasa Prancis itu mata pelajaran pilihan. Saya sendiri tidak dapat pelajaran itu, tapi begitu ada tawaran dari guru untuk ikut acara ini, saya antusias karena ingin belajar bahasa dan budaya Prancis," ungkap Aliyyah.
Melalui program BIMO ini, Erlangga dan IFI Jogja berharap dapat menumbuhkan semangat membaca dan memperluas wawasan literasi lintas budaya di kalangan generasi muda. (iza)
Editor : Bahana.