JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar Jenjang SD-SMP pada Sabtu (11/10). Bertempat di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, kegiatan ini diikuti 739 siswa.
Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, jumlah tersebut merupakan 419 pelajar SMP dari 37 sekolah, dan 320 pelajar SD dari 14 kemantren di seluruh Kota Yogyakarta.
Mereka bersaing dalam 14 cabang lomba. Di antaranya Tilawah, Hifdzil Quran, Cerdas Cermat Agama (CCA), Pidato, Kaligrafi, Hingga Seni Lukis Islami. "Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter peserta didik melalui nilai-nilai keislaman," katanya Sabtu (11/10).
Budi mengungkapkan, kegiatan MTQ bukan sekadar lomba seremonial. Melainkan sarana penting dalam membentuk kepribadian dan karakter peserta didik.
Menurutnya, MTQ ini punya posisi penting untuk menumbuhkan karakter anak. Ini menjadi motivasi agar para orang tua juga bisa terus mengajarkan Alquran sejak usia dini. "Melalui kegiatan ini, kita bisa mengukur sejauh mana kualitas pembelajaran dan pemahaman anak-anak terhadap ajaran Islam," ujar Budi.
Pemkot Yogyakarta, lanjutnya juga tengah memperkuat program baca tulis Alquran di sekolah. Harapannya agar setiap siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Alquran, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pemprov DIY Akan Menertibkan Becak Motor di Malioboro, Begini Tanggapan Paguyuban Tukang Becak
"Targetnya, anak-anak bukan hanya bisa baca, tapi juga paham makna dan mengamalkan isi Alquran. Ini bekal karakter yang sangat penting di masa depan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dikpora Kota Yogyakarta Hasyim menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai religius dalam proses pendidikan. "MTQ ini bukan hanya kompetisi. Dari kegiatan ini, kami ingin tumbuhkan keimanan dan ketakwaan peserta didik," paparnya.
Hasyim juga menambahkan, MTQ juga menjadi ajang pencarian bibit unggul pelajar Qurani, yang nantinya diproyeksikan akan mewakili Kota Yogyakarta di tingkat provinsi maupun nasional.
"Kami ingin menjaring generasi Qurani yang punya kemampuan, pemahaman, dan semangat tinggi dalam mengamalkan ajaran Islam," ujarnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita