Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lomba MTQ SD dan SMP Kota Jogja 2025 Semarak Diikuti 739 Peserta, Upaya Wujudkan Generasi Qurani Sejak Dini

Fahmi Fahriza • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:21 WIB
ANTUSIAS: Peserta memadati lokasi perlombaan MTQ di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
ANTUSIAS: Peserta memadati lokasi perlombaan MTQ di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

JOGJA - Suasana penuh semangat dan religius terasa di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Sabtu (11/10/2025).

Ratusan pelajar tingkat SD dan SMP di kota Jogja datang sejak pagi, membawa mushaf, perlengkapan lomba, dan tampak percaya diri.

Mereka hadir untuk satu tujuan, mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SD dan SMP Kota Jogja tahun 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kota Jogja bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Jogja ini, menjadi ajang tahunan yang dinanti para siswa setiap tahun.

Kepala Dikpora Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, tahun ini, total ada 739 peserta yang ikut ambil bagian, terdiri atas 419 pelajar SMP dari 37 sekolah, dan 320 pelajar SD dari 14 kemantren di seluruh Kota Jogja.

Mereka bersaing dalam 14 cabang lomba, di antaranya Tilawah, Hifdzil Quran, Cerdas Cermat Agama (CCA), Pidato, Kaligrafi, hingga Seni Lukis Islami.

"Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter peserta didik melalui nilai-nilai keislaman," katanya, Sabtu (11/10/2025).

Budi mengungkapkan, bahwa kegiatan MTQ bukan sekadar lomba seremonial, melainkan sarana penting dalam membentuk kepribadian dan karakter peserta didik.

Menurutnya, MTQ ini punya posisi penting untuk menumbuhkan karakter anak.

Ini menjadi motivasi agar para orangtua juga bisa terus mengajarkan Al-Qur’an sejak usia dini.

"Melalui kegiatan ini, kita bisa mengukur sejauh mana kualitas pembelajaran dan pemahaman anak-anak terhadap ajaran Islam," ujar Budi.

Budi menambahkan, Pemkot Jogja juga tengah memperkuat program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di sekolah-sekolah, harapannya agar setiap siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Targetnya, anak-anak bukan hanya bisa baca, tapi juga paham makna dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Kalau bisa, mereka juga punya hafalan. Ini bekal karakter yang sangat penting di masa depan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dikpora Kota Jogja Hasyim menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai religius dalam proses pendidikan.

"MTQ ini bukan hanya kompetisi. Dari kegiatan ini, kami ingin tumbuhkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik. Harapannya mereka bisa paham dan menghayati ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari," paparnya.

Hasyim juga menambahkan, MTQ juga menjadi ajang pencarian bibit unggul pelajar Qur’ani, yang nantinya diproyeksikan akan mewakili kota Jogja di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami ingin menjaring generasi Qur’ani yang punya kemampuan, pemahaman, dan semangat tinggi dalam mengamalkan ajaran Islam," ujarnya.

Selain dukungan dari Pemkot Jogja melalui APBD 2025, pelaksanaan kegiatan ini juga menggandeng berbagai pihak sebagai dewan juri, antara lain Kemenag Kota Jogja, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, KUA kota Jogja, Pengawas PAI, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DIY. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Lomba MTQ #Dikpora Kota Jogja #Kota Jogja #SMP #generasi qurani #SMA Muhammadiyah 2 #Kementerian Agama #sd