JOGJA - Candra Saputra, siswa SMKN 1 Ngawen Gunungkidul sudah memiliki usaha sendiri. Yaitu jual beli elektronik bekas. Diberi nama Saputra Centra Elektronik. Pasarnya pun tak hanya seputar Gunungkidul, tapi sudah sampai Solo.
Jual beli barang bekas atau yang juga dikenal dengan barang bekas atau barkas mungkin sudah banyak. Tapi Candra punya kelebihan yang tak dimiliki usaha barkas lainnya.
"Sistemnya COD, ada uang ada barang dan barang yang dikirim sesuai dengan yang dipromosikan," ungkapnya di sela Inkubasi Bisnis Kawula Muda Level 3 mulai Senin sampai Rabu (22-25/9/2025).
Terkesan klise. Tapi Candra mampu membuktikan usaha keluarga yang dirintis sejak 2017 lalu itu bertahan hingga saat ini. Bukti lainnya dilihat dari review di Google Map yang mayoritas memberi bintang 5 dan ulasan yang positif.
"Kalau omzet berkisar dua digit, belasan juta rupiah lah," akunya saat ditanya omzet bulanannya.
Candra mengaku dalam menjalankan usahanya dia menggandeng beberapa pekerja.
Terutama untuk memastikan quality control produk barkas yang akan dijual. Rerata, lanjut dia, ada dua tipe penjual barkas, yaitu yang butuh uang dan karena rusak.
"Yang rusak itu kami servis dulu sebelum kami jual kembali," ungkapnya.
Meskipun usahanya sudah berjalan, Candra mengaku mendapat tambahan ilmu selama mengikuti inkubasi Bisnis Kawula Muda. Di antaranya membedakan antara pedagang dan pebisnis.
Diakuinya, sempat ada masukan supaya dia juga belajar terkait servis supaya bisa turut memperbaiki barkas sebelum dijual.
Tapi selama inkubasi bisnis kawula muda ini dia disadarkan jika menjadi pebisnis butuh tim. Tidak bisa semuanya dikerjakan sendiri. Pebisnis butuh waktu untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.
"Kalau pedagang yang asal jual beli tapi pebisnis butuh membangun sistem, aset dan lainnya," kata dia.
Program inkubasi bisnis ini diselenggarakan Dinas Koperasi UKM DIY sebagai kelanjutan program pembekalan keterampilan wirausaha bagi pelajar. Kegiatan ini bersinergi dengan Dinas Pemuuda dan Olahraga (Dispora) DIY untuk menembangkan bisnis ke tahap yang lebih strategis.
Kegiatan inkubasi diikuti 35 peserta yang terdiri 18 pelajar dan sisanya alumni. "Mereka sudah memiliki usaha dan siap mengembangkan bisnisnya ke tahap yang strategis,” kata inisiator Inkubasi Bisnis Kawula Muda Bio Hadikesuma.
Peserta level tiga ini, lanjut Bio, sudah merupakan hasil seleksi. Pada tahap ketiga ini peserta diuji dalam mengelola usaha melalui praktik nyata dan target pencapaian bisnis. Setiap peserta diminta untuk mematangkan kerja sama dan pengembangan usaha.
Editor : Heru Pratomo