Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulu Chromebook Kini Janjikan IFP, Distribusi ke Sekolah di Kulon Progo Masih Simpang Siur

Anom Bagaskoro • Senin, 15 September 2025 | 03:20 WIB
Siswa SD bersalaman dengan guru sebelum beraktivitas.
Siswa SD bersalaman dengan guru sebelum beraktivitas.

KULON PROGO – Jika menteri pendidikan sebelumnya punya program bagi-bagi laptop chromebook, menteri yang baru akan bagi-bagi yang lain. Yaitu bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Tapi hingga kini masih simpang siur.

Sekolah-sekolah di Kulon Progo belum mendapatkan ataupun menerima instruksi lebih lanjut. Sebelumnya melalui Surat Kemendikdasmen RI Nomor 1916/C3/DM.00.03/2025 tentang Pemberitahuan Sarana Digitalisasi telah diterima Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo.

Dalam surat itu, Disdikpora diminta menyampaikan ke kepala sekolah SD untuk menerima bantuan sarana digitalisasi berupa IFP.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, Pendidikan Nonformal, SD dan SMP Disdikpora Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama membenarkan perihal surat edaran itu. Pihaknya juga telah memberikan informasi ke seluruh sekolah untuk menerima bantuan IFP.

Lantaran, bantuan merupakan program Inpres Nomor 7 Tahun 2025 dan tidak dipungut biaya sepeserpun. "Untuk sekolah penerimanya kami belum mengetahui, dan hingga sekarang belum ada distribusi," ucap Gigih, Minggu (14/9).

Gigih menyampaikan, perihal bantuan IFP sekolah-sekolah di DIJ belum menerima satupun sarpras itu. Bahkan daftar penerima bantuan di Kulon Progo juga belum dikantongi pihaknya. Selain menginformasikan perihal menerima bantuan, pihaknya diminta melakukan sosialisasi pengusulan bantuan.

Setiap sekolah diperbolehkan mengusulkan IFP melalui aplikasi Dapodik. Hampir sebagian sekolah di bawah Disdikpora Kulon Progo telah mengusulkan. Akan tetapi, hingga sekarang tak terlihat tindak lanjutnya. "Sudah kami sampaikan untuk pengusulan, tapi belum ada informasi apapun," ujarnya.

Gigih berharap, tindak lanjut bantuan IFP dapat segera terealisasi. Lantaran, pihaknya terlanjut menginformasikan ke sekolah-sekolah. Dikhawatirkan sekolah yang mengusulkan IFP akan kecewa. Mengingat IFP merupakan teknologi yang membantu pembelajaran.

Perlu diketahui, IFP merupakan teknologi layar besar dengan fungsi layar sentuh. Dengan ukuran 75 inch layar dapat digunakan sebagai sarpras pembelajaran berbasis teknologi. Alat ini dilengkapi sistem Android 13, dengan RAM 16 GB dan ROM 256 GB. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kemendikdasmen RI #Kulon Progo #IFP sekolah #Chromebook #Disdikpora #laptop