Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa UGM Ini Manfaatkan Abu PLTU untuk Bangun Jalan Desa

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 27 Agustus 2025 | 22:19 WIB
PLTU Sudimoro Pacitan.
PLTU Sudimoro Pacitan.


RADAR JOGJA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menghadirkan terobosan ramah lingkungan dengan memanfaatkan sisa abu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai bahan konstruksi jalan desa.


Inovasi ini menunjukkan bahwa limbah industri, jika dikelola dengan tepat, dapat berubah menjadi berkah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.


Proyek pemanfaatan abu PLTU ini dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk mencari solusi atas permasalahan desa.

Abu PLTU yang semula hanya menjadi limbah tak terpakai, diolah menjadi campuran material konstruksi yang kuat dan lebih tahan lama dibanding bahan konvensional.


“Pendekatan ini bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami ingin memberikan solusi yang bisa diterapkan secara langsung di lapangan,” kata Rizky Pratama, salah satu mahasiswa KKN UG dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (27/8/2025).


Dengan teknologi sederhana, abu sisa pembakaran batubara dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengerasan jalan.

Hasilnya, kualitas jalan meningkat, biaya pembangunan lebih murah, dan masyarakat bisa ikut terlibat dalam proses pengerjaan.


Menurut laporan UGM, penerapan material alternatif ini mampu mengurangi ketergantungan pada material mahal serta menekan tantangan logistik di daerah terpencil.


Pembangunan jalan dengan bahan lokal juga membantu mengurangi jejak karbon karena minim transportasi material dari luar wilayah.


Selain mengurangi biaya, program ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang besar.

Warga desa mendapat manfaat dari infrastruktur jalan yang lebih baik, memudahkan akses transportasi hasil panen, serta memperlancar mobilitas sehari-hari.

Baca Juga: Kota Jogja Jadi Tuan Rumah Forum Smart City Nasional, Target Wujudkan Program Satu Data


“Dengan jalan yang lebih baik, akses hasil tani menjadi lebih cepat. Kami berharap inovasi ini bisa terus berlanjut,” ungkap Sutarman, salah satu warga desa penerima manfaat.


Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam proyek ini menambah pengalaman praktis dalam pengembangan teknologi tepat guna.

Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan riil di lapangan.


Langkah mahasiswa ini sejalan dengan komitmen UGM dalam memperkuat misi Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Melalui inovasi berkelanjutan, UGM mendorong terciptanya teknologi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Dengan keberhasilan proyek ini, UGM berharap metode pemanfaatan abu PLTU dapat diperluas ke desa-desa lain di Indonesia, sehingga manfaatnya semakin luas dan dapat mendukung program pembangunan infrastruktur desa yang lebih murah, hijau, dan berdaya guna. (Noval Sukri Hamdhani)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Manfaatkan Abu PLTU untuk Bangun Jalan Desa #UGM #karbon #mahasiswa ugm #Abu PLTU #KKN #Limbah Jadi Berkah