Proyek pembangunan bernilai Rp113,08 miliar ini ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026.
Fasilitas ini nantinya akan langsung dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan perkuliahan di lingkungan FIB UGM.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa ruang lingkup pekerjaan mencakup tahap persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan arsitektur, struktur, mechanical plumbing, dan electrical.
Ermy menambahkan, Waskita juga menangani penataan landscape, pembangunan fasilitas pendukung, hingga pengembangan area.
Waskita Karya menegaskan komitmennya untuk dapat menyelesaikan pembangunan Gedung C FIB UGM tepat waktu dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Pengerjaan proyek ini merupakan salah satu wujud dukungan Perseroan terhadap bidang pendidikan di Tanah Air.” Ungkap Ermy Puspa Yunita.
Ermy menjelaskan bahwa Gedung C yang berlokasi di depan Jalan Nusantara akan memiliki 8 lantai yang difungsikan sebagai laboratorium dan ruangan kelas, serta lantai tambahan di bagian atas untuk akses utilitas.
Untuk konsep desain bangunan ini mengadaptasi nuansa padepokan berciri khas budaya Nusantara yang diwujudkan melalui elemen gerbang Candi Bentar Majapahit.
Pola tapak candi menjadi dasar tapak bangunan lanskap, baik dari anatomi kepala, badan, maupun kaki pada bangunan.
“Kemudian berbagai elemen bidang pada fasad luar gedung menggunakan relief krawangan.” Imbuhnya.
Ermy memaparkan bahwa relief pada bangunan ini menampilkan ragam hias dari berbagai etnis Nusantara, dibagian tengah gedung terdapat ornamen Jawa dengan sengkalan memed yang merepresentasikan tahun bersejarah bagi FIB UGM.
Sementara itu, penggunaan material bata berwarna merah tua menjadi ciri khas identitas fakultas tersebut.
"Gedung C ini dilengkapi pula oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berupa kurang lebih 84 titik solar panel di area atap bangunan. Bangunan itu nantinya dikelilingi oleh pepohonan, sehingga tampak lebih asri." Ujar Ermy.
Ia pun menegaskan sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya berkomitmen untuk terus berperan dalam mencerdaskan bangsa melalui pembangunan infrastruktur.
Menyongsong bonus demografi pada 2045 mendatang, Perseroan memahami pentingnya peningkatan fasilitas pendidikan demi mencetak calon pemimpin masa depan.
Waskita sebelumnya juga telah merampungkan pembangunan dua gedung ikonik milik UGM, yakni Grha Sabha Pramana (GSP) dan Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK).
Selain itu Waskita juga pernah membangun Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dan Perpustakaan Universitas Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat.
Waskita sangat berkontribusi dalam pembangunan sejumlah kampus besar, termasuk Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Paket I dan III di Depok.
Selain itu, Perseroan terlibat dalam proyek konstruksi Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gedung Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), konstruksi Politeknik Negeri Malang (PNM) di Jawa Timur, Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Jawa Barat, serta Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Sulawesi Selatan.
Penulis : Putri Endina Eka Cahyani
Editor : Bahana.