Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuatkan Lagi Budaya Menabung dengan Celengan, Latih Kelola Keuangan Sejak Dini

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 29 Juli 2025 | 19:28 WIB
Momen kebersamaan bersama anak-anak Ngemplengan usai sesi edukasi menabung.
Momen kebersamaan bersama anak-anak Ngemplengan usai sesi edukasi menabung.

RADAR JOGJA - Budaya menabung perlu digalakan lagi sejak dini.

Anak-anak perlu diajarkan prihatin, dengan menyisihkan sebagian uang saku untuk kebutuhan mendesak.

Salah satu hal sederhana, dengan cara menabung.

Dengan menabung, anak-anak diajarkan mandiri mengelola keuangan, belajar investasi untuk kebutuhan yang akan datang.

Bukan hanya itu, anak-anak juga lebih belajar sabar, dan memprioritaskan kebutuhan mana yang lebih penting dan mana yang bisa ditunda, untuk dialihkan menabung.

Sehingga terciptalah hidup hemat, membiasakan diri tidak boros atau tidak bergaya hedon. 

Sebagaimana dikutip dari jurnal ubm.ac.id, sebuah studi mengatakan bahwa generasi Z adalah generasi yang dinilai tidak dapat mengelola keuangannya dengan baik dan sulit menabung.

Hal tersebut disebabkan karena teknologi yang saat ini sudah maju dan cenderung instan, sehingga membuat generasi Z menjadi lebih konsumtif.

Melansir dari Komdigi, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 221 juta, yang mana setara dengan 79,5% populasi di Indonesia.

Apalagi, Indonesia termasuk ke dalam daftar negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Pada 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa 39,71 persen anak usia dini telah mengakses dan menggunakan internet.

Fenomena itu mengkhawatirkan, apalagi banyak yang kecanduan internet.

Hingga menciptakan budaya konsumtif yang sulit dikendalikan dan justru dapat merugikan diri sendiri.

Mengamati fenomena tersebut, selompok mahasiswa dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengajak anak-anak di Dusun Nglampengan, Dlingo, Bantul untuk belajar menabung.

Menabung tidak hanya di bank, tetapi bisa memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan celangan, menyimpan uang. Asal konsisten.

Kegiatan ini bagian program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa kelompok 19 (UMBY).

Program kerja edukasi menabung ini dilaksanakan di TPA Al-Ishlah pada tanggal 27 Juli 2025.

"Beberapa materi yang dibagikan mencakup pengetahuan tentang apa itu literasi, uang, serta manfaat menabung hingga tata cara bagaimana menabung dengan baik dan benar," ungkap Jhodievan, salah satu peserta KKN.

Tak hanya itu anak-anak juga diajarkan membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

"Terdapat kegiatan yang seru agar edukasi berjalan menyenangkan. Anak-anak menjawab kuis mengenai materi yang telah disampaikan oleh para mahasiswa KKN," imbuh Anjani.

Meski dalam kegiatan ini hanya diikuti sembilan anak, namun antusiasnya tinggi.

Sebab, edukasi keuangan ini disajikan pula dalam video animasi yang ditayangkan melalui layar proyektor.

Setelah kuis dan diumumkan dua orang pemenang, dilanjutkan dengan sesi menceritakan pengalaman menabung oleh seorang anak bernama Rasya untuk menginspirasi anak-anak lainnya.

Untuk mengajak mereka semangat menabung, anak-anak diberikan celengan kaleng bergambar tokoh-tokoh seperti labubu, mobil, dan princess, disertai dengan alat mewarnai.

Aktivitas ini mengajak anak untuk bermain sembari belajar. Setelah memahami edukasi menabung, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai untuk melatih kreativitas.

Hal itu membuat kegiatan edukasi berjalan lancar dan menyenangkan.

Setelah semuanya selesai, hasil kreasi melukis celengan dipamerkan.

Diharapkan dengan adanya gerakan menabung secara konvensional, kebiasaan ini tetap dilestarikan dan tidak punah di zaman serba digital/cashless.

Terutama bagi generazi Z dan generasi alpa. (Faiq Rivaldy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#celengan #Mahasiswa #Kelola #edukasi #bps #Budaya #keuangan #kelola keuangan #sejak dini #KKN #UMBY #menabung