Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merayakan Setahun Perjalanan Literasi Berbasis Komunitas: Literasi Tak Hanya soal Membaca Buku

Heru Pratomo • Rabu, 23 Juli 2025 | 00:16 WIB
Merayakan Setahun Perjalanan Literasi Berbasis Komunitas: Literasi Tak Hanya soal Membaca Buku
Merayakan Setahun Perjalanan Literasi Berbasis Komunitas: Literasi Tak Hanya soal Membaca Buku

SLEMAN — Di tengah geliat urbanisasi dan derasnya arus digitalisasi, sebuah gerakan literasi akar rumput justru tumbuh subur dari sebuah dusun kecil. Di Dusun Betakan, Sumberahayu, Moyudan, Sleman.


Yayasan Literasi Desa Tumbuh (LDT), yang resmi berdiri pada Juli 2024, kini merayakan ulang tahun pertamanya dengan serangkaian kegiatan edukatif, kreatif, dan inspiratif yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, dan para profesional muda dari komunitas lokal.


LDT lahir dari keprihatinan Desy Ery Dani, mantan dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro yang kini berdomisili di Singapura. Saat berlibur bersama ketiga anaknya di Betakan pada pertengahan 2024, ia melihat langsung minimnya akses anak-anak terhadap buku bacaan yang berkualitas.


“Awalnya saya hanya ingin membangun perpustakaan mini di samping garasi rumah keluarga. Tapi suami saya, Noor Huda Ismail menyarankan untuk mengembangkan ide ini menjadi gerakan literasi dalam bentuk yayasan,” jelas Desy yang kini menjadi bendahara LDT.


Langkah pertama LDT adalah membangun kepercayaan melalui pendekatan budaya: mengadakan latihan rutin seni angklung mingguan bersama ibu-ibu warga. Kegiatan ini menjadi pintu masuk penting yang kemudian disebut sebagai Ruang Seni, menghadirkan guru musik dari alumni ISI Yogyakarta.


Sejak saat itu, LDT tumbuh menjadi lebih dari sekadar ruang baca. LDT meyakini bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga mencakup literasi emosional, finansial, seni, kuliner, hingga ketahanan keluarga. Berbagai lokakarya pun dihadirkan mulai dari parenting hingga keterampilan praktis berbasis tradisi lokal.


Dalam perayaan ulang tahunnya, LDT berkolaborasi dengan mitra swasta, seperti Bola Deli, untuk mengadakan Workshop Jajanan Pasar Berbasis Tepung Beras. Kegiatan ini tak hanya mengangkat kuliner warisan Nusantara, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu setempat.


“Bola Deli mendukung pelestarian warisan kuliner tradisional melalui literasi dapur, dan ini sejalan dengan misi kami untuk mendorong ketahanan pangan berkelanjutan di komunitas,” jelas CEO Bola Deli dalam sambutannya.


Ke depan, LDT akan terus memperluas jangkauan dan dampaknya. Dengan pendekatan yang menggabungkan budaya lokal, penguatan peran perempuan, dan sinergi lintas sektor, LDT berharap dapat menjadi model gerakan literasi berkelanjutan berbasis komunitas di berbagai pelosok Indonesia.


Yayasan Literasi Desa Tumbuh bukan hanya tentang buku dan bacaan. Ia adalah tentang harapan, tentang anak-anak yang berani bermimpi, tentang ibu-ibu yang menjadi agen perubahan, dan tentang kampung yang tumbuh bersama dalam semangat gotong royong dan cinta ilmu.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#literasi #urbanisasi #Moyudan Sleman