Program ini jadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari, sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan kearifan lokal.
Ketua Unit KKN, PK, PI, Magang UNY Dr Banu Setyo Adi mengungkapkan, secara keseluruhan tahun ini UNY mengirimkan 5.044 mahasiswa untuk KKN dan 4.188 mahasiswa untuk PK.
"Kami mau para mahasiswa menjadi agen perubahan yang tidak hanya menguasai teori, tapi juga kepekaan sosial dan semangat kolaborasi untuk membangun masyarakat," kata Banu dalam sesi seremonial di UNY, Senin (21/7/2025).
Ia mengungkapkan, KKN dan PK kali ini menyasar sejumlah wilayah, mulai lima kabupaten/kota di DIJ, 8 kabupaten di Jawa Tengah, Pacitan di Jawa Timur, hingga wilayah lebih jauh seperti Bangka Belitung, Sumatera Barat.
Selain itu ada PK Internasional di Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi.
Diakui, program ini terbagi menjadi dua gelombang yakni KKN non kependidikan dan PK yang berlangsung 21 Juli hingga 26 September 2025, serta KKN kependidikan pada Oktober hingga Desember 2025.
"Mahasiswa tidak hanya membawa teori dari kampus, tapi juga akan belajar dari kearifan lokal yang ada di masyarakat dan sekolah," terangnya.
Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan program UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong penguatan Tridharma perguruan tinggi melalui inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menguraikan, penempatan mahasiswa juga menjadi bagian dari strategi kerja sama antara UNY dan pemerintah daerah.
Misalnya di Kabupaten Blora, di mana Pemkab Blora menyiapkan hibah lahan seluas 8,5 hektare untuk pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY.
"Mahasiswa KKN yang bertugas di sana dijadwalkan disambut langsung oleh Bupati Blora sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap keberlanjutan program pendidikan," paparnya.
Baca Juga: Meski Senin Dianggap Hari Sepi, Akses Naik ke Candi Borobudur Tetap Dibuka, Ini Alasannya
Perwakilan mahasiswa peserta PK, Elina Khairunnisa mengaku, program ini menjadi peluang untuk mengasah keterampilan sekaligus membawa nama baik kampus kepada masyarakat.
"Kami ingin benar-benar belajar dari lapangan dan berkontribusi, tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban," ungkapnya.
Secara pribadi, ia sendiri mengaku antusias untuk bisa segera berkontribusi dan turun ke lapangan. "Sudah tidak sabar, karena memang pada dasarnya aku suka mengajar," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun