Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Anyndha Tri Rahmawati, Anak Penjual Soto di Kulon Progo Diterima Kuliah Gratis di FEB UGM, di Mata sang Ibu Bocah Pendiam yang Tekun dan Gigih

Fahmi Fahriza • Selasa, 15 Juli 2025 | 04:28 WIB

 

Anyndha Tri Rahmawati
Anyndha Tri Rahmawati

 

JOGJA - Rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajah Anyndha Tri Rahmawati, 18. Gadis asal Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo ini resmi diterima sebagai mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Lebih membanggakan, ia juga mendapat beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, sehingga tak perlu membayar uang kuliah sepeser pun.

Setiap pagi Nyndha membantu sang ibu, Tuginem, 49, berjualan soto di sebuah warung sederhana berukuran seperempat lapangan voli. Dari warung itulah orang tuanya menghidupi keluarga dengan tabungan yang hanya bisa dikumpulkan sekitar Rp 1 juta per bulan.

Di tengah keterbatasan ekonomi ini, prestasi Nyndha justru terus bersinar. Lulus dari SMAN 1 Bantul, ia meraih peringkat tujuh terbaik dengan nilai rata-rata 88,2. Tak hanya unggul di akademik, ia juga aktif berinovasi hingga menembus ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) tahun 2024.

Bersama temannya, Nyndha juga berhasil menciptakan E-Terminator, produk pembasmi rayap berbahan alami yang sukses meraih medali emas dan mewakili DIJ di kompetisi tingkat nasional.

"Waktu itu saya dan teman saya bikin produk pembasmi rayap dari bahan alami, dan alhamdulillah dapat emas," kenang Nyndha, Senin (14/7).

Prestasi dan minat besarnya di bidang bisnis membuatnya mantap memilih Prodi Manajemen FEB UGM. Awalnya, kedua orang tua sempat ragu dan bertanya kembali tentang pilihannya, namun melihat tekad putrinya yang kuat, mereka pun mendukung penuh.

Ketika pengumuman SNBP keluar, Nyndha langsung memeluk sang ibu sambil menangis haru. Baginya, diterima di UGM adalah jawaban atas perjuangan panjang, kerja keras, dan doa keluarga.  "Senang dan terharu banget, akhirnya bisa kuliah di kampus impian," ucapnya.

Di mata sang ibu, Nyndha dikenal sebagai seorang anak pendiam yang tekun dan gigih belajar. "Perjuangannya berat, apalagi teman-temannya juga banyak yang pintar. Tapi dia tetap berusaha dan membuktikan dia bisa," tutur Tuginem bangga.

Sebagai orang tua, Tuginem dan Ngadiman hanya menitipkan pesan sederhana agar putrinya memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.  "Semoga bisa sukses dan jadi orang yang berguna bagi semua," katanya.

Menjelang perkuliahan yang akan dimulai awal Agustus mendatang, Nyndha semakin memantapkan niat untuk terus berjuang. Ia percaya setiap kesulitan pasti ada jalan keluar, dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu mendukung.

Dengan tekad dan kerja kerasnya, Nyndha berkomitmen untuk membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menggapai cita-cita. "Pokoknya semangat, jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Karena kita nggak pernah tahu hasilnya, yang penting sudah berusaha," tandasnya. (iaz/laz)

Editor : Herpri Kartun
#SNBP #FEB UGM #UGM #SMAN 1 Bantul #Beasiswa UKT