RADAR JOGJA - Maraknya kasus jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal mendorong sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kampanye literasi finansial bertajuk Ngobrolin Pinjol: Biar Gak Terpuruk.
Perwakilan mahasiswa selaku humas kegiatan Ayu Kurniati Kusumaningrum menerangkan, kegiatan ini dirancang sebagai edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penggunaan layanan pinjaman digital yang tidak legal.
"Tema pinjol dipilih karena relevan dengan krisis finansial yang dialami banyak kalangan, terutama generasi muda," katanya dalam agenda yang berlangsung di Aasharaya by Sampai Villa, Sleman, kemarin (4/7).
Baca Juga: DPAD DIY Gelar Festival Literasi Jogja 2025, Hadirkan Penulis, Komunitas, hingga Pertunjukan Seni
Ayu dan tim menyadari banyak orang tergoda pinjol karena kebutuhan mendesak, tapi tidak memahami risikonya. Sehingga, edukasi ini penting agar tidak terjebak utang yang makin menjerat.
"Kami hadirkan dua pembicara, Arif Hidayat, pendiri komunitas edukasi keuangan Sedulur Dewe, dan Andi M. Mokkasau, advokat yang kerap menangani kasus pinjol ilegal," ujarnya.
Dalam paparannya, Arif menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini tentang pengelolaan keuangan pribadi.
Baca Juga: Menurunnya Jumlah Wisatawan Mancanegara ke DIY Diduga karena Terpengaruh Perang Iran-Israel
Sementara Andi mengulas aspek hukum serta dampak psikologis akibat tekanan penagihan oleh pinjol ilegal.
Ayu menuturkan, para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang usia dan profesi, diajak untuk mengenali ciri-ciri pinjol legal, memahami mekanisme bunga dan denda.
"Serta mempelajari strategi mengatur keuangan agar tidak bergantung pada utang digital," jelasnya.
Baca Juga: Kuda King Argentine Bikin Indonesia di Ambang Sejarah Baru Triple Crown
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Manajemen Krisis dan Kampanye Public Relations Meinardus Ledo Leu Eha mengapresiasi pendekatan para mahasiswa yang mengemas isu kompleks secara ringan dan komunikatif.
"Topik pinjol ini berat dan banyak dialami masyarakat. Tapi teman-teman berhasil menyampaikannya secara ringan dan menarik," bebernya.
Lebih lanjut ia juga menilai kampanye ini sebagai bukti kontribusi mahasiswa terhadap persoalan sosial nyata. Bukan sekadar pemenuhan tugas akademik.
"Saya apresiasi dan ini capaian berhasil bagi teman-teman mahasiswa," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun