SK pendirian tersebut diserahkan secara simbolis oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Sebagai informasi, Program S2 ini tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 432/B/0/2025 yang diterbitkan pada Juni 2025, sebagai bentuk pengakuan terhadap kesiapan akademik dan infrastruktur STTKD dalam mengelola pendidikan pascasarjana di bidang dirgantara.
Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan menjelaskan, bahwa inisiasi pembukaan program S2 ini sejatinya sudah dirancang sejak 2019 silam, namun baru terealisasi setelah akreditasi program S1 meningkat menjadi Unggul, dan sumber daya manusia (SDM) telah memenuhi syarat.
"Perjalanan cukup panjang sejak 2019. Setelah SDM dan akreditasi mendukung, kami ajukan di akhir 2024, dan kini telah resmi mendapat izin," katanya di sela penyerahan SK, Jumat (20/6).
Erwhin mengungkapkan, dengan adanya program S2 ini, menjadi bagian dari komitmen STTKD untuk berkontribusi dalam pengembangan dunia penerbangan dan kedirgantaraan secara global.
Diakuinya, STTKD menargetkan satu kelas perdana dengan kapasitas 20 hingga 30 mahasiswa.
"Pendaftaran sendiri akan dibuka pekan depan, dan perkuliahan dimulai pada semester ganjil, September mendatang," paparnya.
Lebih lanjut, Erwhin menambahkan bahwa ketersediaan program S2 Teknik Dirgantara di Indonesia masih sangat jarang, sementara kebutuhan industri terhadap tenaga profesional di bidang tersebut semakin tinggi.
"Kami ingin menjadi bagian dari solusi terhadap SDM berkualifikasi tinggi di sektor dirgantara, sekaligus menangkap peluang strategis dalam pengembangan teknologi penerbangan nasional," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono menyampaikan apresiasinya kepada STTKD, karena memiliki komitmen dan kegigihan dalam mengembangkan jenjang pendidikan magister.
"Pascasarjana adalah indikator kualitas perguruan tinggi. Ia hadir karena mutu SDM-nya. Ini bukti STTKD telah siap secara akademik," ujar Setyabudi.
Selanjutnya, ia juga mendorong peningkatan jenjang akademik dosen STTKD, khususnya yang masih berstatus asisten ahli, agar turut berkembang seiring dengan hadirnya program magister.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis STTKD dalam memperkuat peran sebagai institusi yang berfokus pada keunggulan bidang kedirgantaraan, sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap SDM tingkat lanjut di sektor strategis tersebut. (iza)
Editor : Bahana.