JOGJA - SMPN 10 Jogjakarta membuka kuota khusus bagi calon siswa dari wilayah Kemantren Umbulharjo dalam proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025/2026. Skema ini merupakan kebijakan baru yang mulai diterapkan tahun ini. Dasarnya aspirasi masyarakat dan pertimbangan terbatasnya SMP negeri di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SMPN 10 Jogja Edy Thomas Suharta mengungkapkan, pihaknya menyambut positif kebijakan ini. Menurutnya, langkah tersebut membuat keberadaan sekolah semakin bermanfaat bagi warga sekitar.
Kemantren Umbulharjo wilayahnya terluas di Kota Jogja tapi hanya ada satu SMP Negeri, yakni SMPN 10. “Skema khusus yang diberikan ini adalah hal yang positif," kata Thomas pada Radar Jogja, Rabu (18/6).
Thomas menuturkan, secara jumlah ada 45 kuota siswa dari jalur domisili daerah khusus yang diberikan bagi siswa dari Kemantren Umbulharjo. Untuk daya tampung SMPN 10 tahun ini tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Yaitu sebanyak 224 siswa dari semua jalur pendaftaran, sehingga tidak memungkinkan penambahan rombongan belajar (rombel).
"Semoga masyarakat sekitar bisa tertampung dan tidak perlu jauh-jauh ke utara atau selatan. Kami ingin semua siswa yang mendaftar bisa terfasilitasi dengan baik," paparnya.
Baca Juga: UAJY Jadi Tuan Rumah Seaus 2.0, Soroti Urbanisme dan Lanskap Asia Tenggara
Meski begitu, Thomas menekankan sekolah siap memfasilitasi para pendaftar. Termasuk menyediakan help desk bagi orang tua yang datang langsung ke sekolah selama proses pendaftaran, dan masih awam dengan proses SPMB.
"Para orang tua banyak yang pertama kali ikut proses pendaftaran ini, jadi kami bantu sebisa mungkin," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan Data dan Sistem Informasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Mannarima menjelaskan, pembukaan tahap khusus ini dilakukan untuk mengakomodasi kondisi geografis dan jumlah penduduk yang ada di Umbulharjo.
"Masyarakat akan sulit bersaing di jalur radius. Karena itu, separuh dari kuota jalur domisili daerah kami alokasikan khusus untuk warga Umbulharjo," kata Mannarima.
Disebutkan, kuota jalur domisili daerah secara keseluruhan adalah 40 persen dari total daya tampung.
Di SMPN 10, 20 persen di antaranya diberikan khusus untuk warga Umbulharjo melalui seleksi tahap awal, dan 20 persen sisanya untuk seleksi jalur domisili daerah dari 14 kemantren lainnya. Total daya tampung untuk jalur domisili daerah di SMPN 10 adalah 91 siswa.
Untuk diketahui, seleksi akan mempertimbangkan nilai gabungan antara hasil asesmen standarisasi penilaian daerah (ASPD) dan nilai rapor kelas 4 hingga 6 semester 1.
Mannarima mengingatkan, seleksi tahap khusus Umbulharjo dilakukan bersamaan dengan seleksi jalur radius, sehingga calon peserta harus cermat dalam memilih jalur yang sesuai dengan peluang masing-masing.
"Jika peluang lebih besar di jalur radius, silakan pilih itu. Tapi kalau terlalu jauh, sebaiknya ikut seleksi tahap khusus Umbulharjo," ujarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo