MAGELANG - Sebanyak 2.139 peserta seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2025 dinyatakan lolos ujian tes tertulis berbasis komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar). Dari 28 program studi (prodi) yang ada, peminat terbanyak diduduki oleh prodi D3 Farmasi. Yakni sebanyak 2.155 peserta. Namun, yang diterima hanya 51 calon mahasiswa.
Koordinator Pelaksana UTBK SNBT 2025 Untidar Muh Azril tidak menampik, Untidar mulai dikenal luas oleh masyarakat. Hal itu membuat animo pendaftar SNBT di Untidar meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Tercatat ada 16.162 calon mahasiswa jalur SNBT yang mendaftar di Untidar," bebernya, Jumat (30/5).
Belasan ribu pendaftar itu tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Namun, dari 2.139 peserta yang lolos seleksi berasal dari 21 provinsi. Mayoritas berasal dari Jawa Tengah dengan persentase 86,72 persen. Lalu, Jawa Barat ada 5,1 persen, Jogja 3,8 persen, Jakarta 1,98 persen, dan sisanya di bawah satu persen.
Jumlah peminat itu, kata dia, naik 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 12.674 pendaftar. Azril menyebut, prodi D3 Farmasi paling banyak diminati peserta, dengan jumlah 2.155 pendaftar. Sementara untuk S1, yang paling diminati adalah Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Gizi.
Ketiga prodi tersebut, Azril bilang, sudah menjadi prodi favorit bagi calon mahasiswa. Dia mengatakan, peserta yang lolos SNBT diminta untuk segera melakukan registrasi ulang.
"Bagi peserta yang belum diterima, baik dari jalur SNBP maupun SNBT, kami membuka enam jalur seleksi mandiri," paparnya.
Dia menambahkan, pada tahun ajaran 2025/2026 ini, Untidar menyediakan daya tampung sebanyak 4.190 mahasiswa baru untuk jenjang sarjana dan diploma.
Dengan rincian, 20 persen jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau 1.027 mahasiswa, 50 persen dari jalur SNBT atau 2.139 mahasiswa, dan 30 persen jalur seleksi mandiri atau 1.024 mahasiswa. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo