JOGJA - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menyoroti pentingnya penentuan usia hewan melalui pemeriksaan gigi poel. Yakni pergantian gigi seri pada rahang bawah, yang menjadi syarat utama keabsahan kurban.
"Pada kambing dan domba, pergantian gigi pertama biasanya terjadi di usia setahun, pada sapi di usia dua tahun, dan unta di usia lima tahun," jelas Kepala Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fapet UGM Ir. Nanung Danar Dono Minggu (25/5).
Pemeriksaan langsung oleh ahli sangat dianjurkan untuk menghindari praktik tidak etis. Seperti pencabutan gigi agar hewan terlihat cukup umur. Selain itu, kondisi fisik hewan juga harus diperhatikan, ada hal-hal yang tidak bisa ditolerir.
Antara lain adalah hewan harus sehat, seperti tidak buta, tidak cacat, tidak sakit, dan tidak kurus kering. "Memilih hewan terbaik untuk kurban adalah bentuk penghormatan kita kepada Allah," tegas Nanung.
Disebutkan, pemeriksaan penyakit juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Para peserta dibekali informasi tentang gejala dan bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), serta antraks yang dapat menular ke manusia.
"Langkah ini penting dilakukan guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan higienis," paparnya.
Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta. salah satu peserta, Muhammad Rifqi Ardi, pengurus masjid dari Jogja. Dia menyebut materi pelatihan sangat informatif dan membantunya memahami tata cara penyembelihan sesuai tuntunan Islam.
"Harapannya pelatihan semacam ini bisa rutin diadakan agar para jagal tahunan mendapat penyegaran ilmu," ungkapnya.
Dia menilai pelatihan ini membawa pencerahan terkait teknik sembelih yang kini lebih memperhatikan aspek etika, teknik menjatuhkan hewan, pemilihan pisau, hingga kebersihan.
"Ada banyak hal-hal baru yang disampaikan, termasuk detail kecil yang kadang luput atau dilupakan," tandasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo