Beberapa sekolah mengganti nama acara bukan lagi wisuda dan dilakukan secara di sekolah.
"Kami sudah sosialisasi, tidak ada wisuda," ujar Kepala Dindikpora DIY Suhirman saat dikonfirmasi, Minggu (11/5).
Acara wisuda tersebut digantikan dengan acara lain yang dilakukan dengan khidmat di sekolah masing-masing.
Penyelenggaraannya pun juga diimbau untuk tidak memberatkan siswa ataupun orang tua dan berdasarkan persetujuan mereka.
"Surat Edaran (SE) sudah (disebarkan) dan secara lisan juga sudah kami kumpulkan (kepala sekolah)," tuturnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta atau Padmanaba Suhirno mengatakan tahun ini acara wisuda dihilangkan dan diganti dengan penyerahan kembali siswa kepada orangtua.
Acara dilakukan di sekolah tidak di hotel ataupun tempat lain.
"Siswa dan orangtua merasa lebih dapat rasa yang mendalam ketika diadakan di sekolah, akan menjadi kenang-kenangan yang melekat," ujarnya.
Gambaran acara akan ada penyerahan ijazah, makan dan foto bersama. Pengurus inti acara bukan dari sekolah melainkan paguyuban orangtua siswa sendiri .
"Mereka membentuk kepanitiaan yang melibatkan pihak sekolah," tuturnya.
Awalnya orangtua ditawari sekolah untuk tidak diadakan acara pelepasan.
Namun mereka protes dan menginginkan ada acara sebagai kenang-kenangan karena siswa tidak lagi belajar di sekolah tersebut.
"Toh juga pelaksanaan secara sederhana," katanya menirukan perkataan orangtua siswa.
Sebagai pimpinan tertinggi di sekolah tersebut, Suhirno sepakat dengan imbauan dari Dindikpora DIY.
Kesederhanaan acara pengganti wisuda tersebut mencegah selebrasi kelulusan agar tidak foya-foya dan berlebihan
"Artinya tidak dilarang, konsepnya kesederhanaan dan kebersamaan," terangnya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Yogyakarta Sri Moerni juga mengatakan telah mengganti wisuda dengan acara Serah Terima dan Tasyakuran Kelulusan.
Penyelenggaranya pun langsung oleh Paguyuban Orang Tua Siswa kelas XII.
"Kegiatan dilaksanakan secara sederhana, tanpa pengalungan samir," ujarnya.
Mekanismenya, pohak sekolah membantu mengirimkan google form ke orang tua kelas XII. Google form tersebut merupakan kuisioner penawaran pengadaan acara pelepasan.
"90 persen siswa menginginkan ada acara pelepasan tanggal 18 Mei," tuturnya.
Adanya kebijakan penghilangan wisuda juga disambut dengan baik olehnya.
Tak perlu dengan acara berlebihan agar siswa fokus berjuang untuk masuk perguruan tinggi ataupun mengejar cita-cita mereka, lanjutnya. (oso)
Editor : Bahana.