MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang meluncurkan program transportasi wisata gratis di wilayahnya.
Tahap pertama ini, ada tiga unit bus yang siap mengangkut siswa untuk menyusuri Kota Magelang.
Terlebih, rute perjalanannya dirancang dengan menarik, yang menggabungkan konsep 'Magelang Bercerita' dan 'Magelang Berkelanjutan'.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, program transportasi wisata gratis ini bukan sekadar ajakan untuk berwisata.
Melainkan menjadi langkah strategis untuk membangun karakter dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Kota Magelang sejak dini.
"Ini (program) untuk (siswa) Kota Magelang dulu, wisata gratis," ujarnya di Terminal Tipe C Magersari, Selasa (29/4/2025).
Dia menyebut, di tahap awal, program ini didukung oleh tiga unit bus, yang masing-masing mengangkut 75 orang.
Adapun rute perjalanannya menggabungkan 'Magelang Bercerita' untuk memperkenalkan sejarah Kota Magelang kepada anak-anak dan 'Magelang Berkelanjutan' yang menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.
Damar ingin, anak-anak di Kota Magelang mengenal sejarah kotanya.
Sekaligus memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan dan tumbuh menjadi generasi yang bangga dan peduli dengan daerahnya.
"Kita kadang miris juga, anak sekolah yang TK atau SD, (pas ditanya) pernah ke museum ini? Ada yang belum (pernah), kasihan," katanya.
Baca Juga: Kades di Jawa Tengah Bisa Kerja Fokus! Ahmad Luthfi Jamin Perlindungan Program Pembangunan Desa
Dia optimistis, program ini akan membawa banyak manfaat, terutama bagi generasi muda. Karenanya, pemkot bakal terus melakukan evaluasi secara berkala dan terukur.
"Mari kita tunjukkan bahwa Kota Magelang bukan hanya kaya destinasi, tapi juga serius membangun masa depan pariwisatanya melalui edukasi generasi mudanya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Sarwo Imam Santosa menjelaskan, program ini menjadi bagian dari komitmen 100 hari kerja wali Kota Magelang.
"Adapun sasarannya adalah anak sekolah dasar kelas 5 se-Kota Magelang dan siswa difabel," lontarnya.
Imam menyebut, program transportasi wisata gratis ini sekaligus menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata di Kota Magelang.
Pelaksanaannya dimulai April hingga Desember 2025 dengan menggunakan tiga bus dari disporapar, dinas perhubungan, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang.
Adapun rutenya dimulai dari Terminal Tipe C, menuju IKM Centre, Makam Van Der Steur, dan Borobudur Golf.
Kemudian, bus melaju ke Museum Akademi Militer (Akmil), kebun bibit Senopati, dan singgah di Proklim Jambon Gesikan.
Lalu, perjalanan dilanjutkan menuju perpustakaan daerah dan singgah ke Museum BPK RI.
Selain itu, anak-anak juga diajak menuju pemadam kebakaran, Museum Sudirman, dan Plengkung.
Kemudian, mereka juga mengunjungi Museum Bumiputra, alun-alun, dan Gunung Tidar.
"Untuk saat ini, sasarannya anak sekolah dasar karena memberikan ilmu kepada mereka agar mengerti cerita sejarah Kota Magelang," lontarnya.
Nantinya, lanjut Imam, masing-masing sekolah akan mendapat jadwal yang diatur oleh dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud).
"Nanti dilakukan secara bergilir seluruh SD di Kota Magelang. (Jadwalnya) setiap minggu pertama dan minggu ketiga," sambung Imam. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin