JOGJA - Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dari jenjang SD hingga SMA sebentar lagi akan dimulai. Selain persiapan dari para orangtua dalam memilih calon sekolah bagi anak, hal tersebut juga menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ serta seluruh pengamat pendidikan untuk memastikan kelancaran dan keterbukaan PPDB.
Ketua Persatuan Orangtua Peduli Pendidikan (Sarang Lidi) DIJ yang juga Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) Yuliani Putri mengingatkan, salah satu hal yang menjadi perhatian Yuli adalah skema masuk di tingkat SMA melalui jalur afirmasi.
Pada 2024, jalur afirmasi memiliki kuota sebanyak 15 persen, dan pada 2025 bertambah menjadi 30 persen.
Hal tersebut menurutnya perlu jadi perhatian serius, sebab ia mengkhawatirkan akan ada oknum-oknum yang berlaku curang, demi mendapat sekolah yang diinginkan bagi sang anak.
"Fakta lapangannya itu ada. Memalsukan afirmasi dengan surat keterangan miskin agar bisa diterima. Apalagi ini kuotanya ditambah, harus diawasi," tandasnya pada Radar Jogja, Kamis (24/4).
Dia menyebut, peran lintas sektor untuk menjaga stabilitas dan keterbukaan SPMB bukan isapan jempol semata, sebab selama bertahun-tahun melakukan monitoring, ia mengaku banyak menemui kasus kecurangan. "No viral no justice, kalau tidak diviralkan seringkali itu tidak terselesaikan. Agar tidak ada kasus, kita harus awasi bersama-sama," tegasnya.
Koordinator Tim pengawasan SPMB 2025 dari ORI DIJ Muhammad Bagus Sasmita mengungkapkan, pihaknya kini mulai aktif untuk mendalami berbagai hal-hal teknis yang berkaitan dengan konteks PPDB.
"Kami koordinasi dengan dinas pendidikan kota juga provinsi, membaca dan mendalami petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) nya," katanya.
Bagus menegaskan, ORI yang memiliki tugas utama untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik dan menangani laporan dugaan maladministrasi. Terbuka dengan segala bentuk laporan dan aduan dari masyarakat, bahkan ia sendiri sangat membutuhkan hal tersebut.
"Agar ada informasi yang berimbang nantinya, dan bisa lebih jelas juga. Sehingga peran masyarakat untuk aktif itu penting sekali," urainya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo