JOGJA - Peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) di DIJ jadi salah satu aspek yang dipedulikan, dan terus diupayakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIJ Prof. Setyabudi Indartono menyampaikan, salah satu indikator kunci dari keberhasilan sebuah PTS adalah kualitas dari dosen. Adapun, salah satu program yang kini digencarkan LLDIKTI Wilayah V adalah mendorong dosen-dosen di PTS untuk semaksimal mungkin melakukan studi lanjut.
"Dosen itu pilar yang sangat penting bagi kampus, apapun proses yang dilakukan kampus semua pasti melibatkan dosen sebagai stakeholder utama. Sehingga dosen harus berkualitas," katanya pada Radar Jogja, Jumat (14/3).
Baca Juga: Wujuda Pemerintah Hadir saat Kebutuhan Naik, Pemkot Magelang Salurkan Bantuan 10 Ton Beras
Secara garis besar, Setyabudi menilai untuk kasus di DIJ sendiri masih ada sebagian dosen yang beranggapan bahwa tugas mereka hanya mengajar. Padahal, lebih kompleks dari itu, yakni meliputi Tridharma. "Ada pengajaran atau pendidikan, lalu penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Itu aspek yang seluruhnya harus dipenuhi," ungkapnya.
Ia memaparkan, hasil kerja dari dosen yang melakukan Tridharma itu dibuktikan dengan banyak hal, mulai dari SK, dan berbagai pencapaian yang akan mendapatkan nilai KUM atau Angka Kredit Dosen, yang merupakan sistem penilaian kinerja dosen.
Secara umum, nilai KUM tersebut digunakan untuk mengevaluasi kinerja dosen dalam rangka kenaikan jabatan dan pangkat akademik. Adapun, tujuan dan manfaat meliputi, mengembangkan karier dosen, meningkatkan mutu pendidikan, hingga menjamin standar kualitas kerja dosen.
Baca Juga: Apes, Pasutri Curi Motor dengan Bobol Kios Laundry usai Mengundurkan Diri dari Karyawan
Diakuinya, untuk saat ini di wilayah DIJ ada 100 PTS yang tersebar di lima kabupaten kota. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 8.000 dosen. Sayangnya, kurang dari setengahnya yang telah memiliki gelar doktor , atau sudah menyelesaikan S3.
"Dari 8.000 dosen PTS se-DIJ, kurang dari 2.000 yang berstatus doktor. Ini tugas perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas dan mendorong dosen studi lanjut," pesannya.
Disebutnya, LLDIKTI Wilayah V sendiri juga sudah menginisiasi program kerjasama antar PTS. Termasuk, menjembatani kolaborasi antar PTS untuk melakukan studi S3.
"Jika dosen kesulitan melanjutkan di luar negeri, bisa juga S3 di lingkungan LLDIKTI wilayah V antar sesama PTS, itu juga menguntungkan satu sama lain," bebernya.
Rektor Universitas Madani Prof. Mifedwil Jandra mengungkapkan, sebagai sebuah universitas baru menargetkan peningkatan kualitas dosen jadi salah satu aspek yang digencarkan. Dia berharap peranan LLDIKTI Wilayah V sendiri cukup sentral untuk menjembatani komunikasi, dan kerjasama antarsesama PTS. Hal tersebut menurutnya jadi momen yang harus dioptimalkan. "Kolaborasi nya bukan cuma antar pimpinan. Tapi juga antar pengelola atau yayasan. Ini hal yang sangat penting dan bagus," serunya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo