Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momentum Wisuda dan Angkat Sumpah Universitas Madani, Hasilkan Lulusan Cendekiawan Sekaligus Miliki Nilai Keagamaan yang Kuat

Fahmi Fahriza • Selasa, 25 Februari 2025 | 23:47 WIB

 

Momentum Wisuda dan Angkat Sumpah Universitas Madani yang berlangsung di Grand Rohan Hotel Jogjakarta
Momentum Wisuda dan Angkat Sumpah Universitas Madani yang berlangsung di Grand Rohan Hotel Jogjakarta
RADAR JOGJA - Keseimbangan antara aspek akademik dan keagamaan jadi hal yang secara konsisten dilakukan oleh Universitas Madani.

Hal tersebut memang tercermin dari pelaksanaannya, di mana universitas mengusung konsep pondok pesantren.

Rektor Universitas Madani Prof. Mifedwil Jandra mengungkapkan, selain dididik sebagai lulusan yang berkualitas secara akademik, Universitas Madani juga berkomitmen menciptakan lulusan dengan karakter dan nilai keagamaan yang kuat.

"Itu memang konsep kami, kami juga menjalankan asrama bagi para mahasiswa. Agar kuliah dan mondok beriringan," katanya dalam sesi wisuda Universitas Madani yang berlangsung di Grand Rohan Hotel Jogjakarta, Selasa (25/2).

Pada kesempatan tersebut, hadir beberapa tamu undangan yang cukup istimewa, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Kementrian Agama Kabupaten Bantul, Organisasi PPNI, Organisasi IBI, Organisasi PAFI, Beberapa lahan praktik dari RS, Klinik maupun PMB hingga turut hadir kepala LLdikti Wilayah V Provinsi DIY Prof. Setyabudi Indartono, M.M., PhD.

Dalam wisuda tersebut, pihak universitas berhasil meluluskan 45 mahasiswa, yang terbagi dalam empat program studi (prodi).

Meliputi, prodi profesi Ners, sarjana Ilmu Keperawatan, D3 Farmasi, dan D3 Kebidanan.

Di momen wisuda tersebut, banyak mahasiswa yang menorehkan pencapaian membanggakan. Antara lain adalah, Lely Kurniawati, sarjana keperawatan Ners prodi profesi Ners menorehkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4.00, Imro'atul Lathifatus Shafiyah, sarjana keperawatan prodi S1 keperawatan dengan IPK 3.82, lalu Faizah Bunga Alfiah, Ahli Madya Farmasi prodi D3 Farmasi dengan IPK 3.86, hingga Noor Fadhillah Putri, Ahli Madya Kebidanan prodi D3 Kebidanan dengan IPK 3.98.

Selain itu, juga ada beberapa mahasiswa lain yang menorehkan prestasi berupa hafalan Al-Qur'an. Meliputi, Imro'atul Lathifatus Shafiyah prodi sarjana Ilmu keperawatan dengan prestasi hafalan Al-Qur'an 30 Juz, Syahdillah Amar prodi D3 Farmasi dengan prestasi hafalan Al-Qur'an 30 Juz, dan Fadilla Tasqiyatun Nafis prodi D3 kebidanan dengan prestasi hafalan Al-Qur'an Qur'an 30 Juz.

Perlu diketahui, bahwa seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Madani wajib punya hafalan Al-Qur'an minimal 2 Juz.

Adapun, rincian pencapaian hafalan Al-Qur'an tiap prodi adalah, prodi Ners dengan jumlah hafalan rentang 2-15 Juz sebanyak 100 persen, prodi S1 keperawatan jumlah hafalan Al-Qur'an 30 Juz sebanyak 14 persen, kemudian rentang 5-15 juz sebanyak 86 persen.

Di samping itu, ada prodi D3 Farmasi dengan jumlah hafalan Al-Qur'an 30 Juz sebanyak 43 persen, dan rentang 5-20 Juz sebanyak 57 persen. Serta, prodi D3 Kebidanan dengan jumlah hafalan Al-Qur'an 30 Juz sebanyak 60 persen dan rentang 5 -15 sebanyak 40 persen.

Secara garis besar, Mifedwil berujar bahwa pihak universitas senantiasa mendorong mahasiswa untuk tidak hanya jadi cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas spiritual, memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap sesama.

"Kami padukan tradisi pendidikan Islam dengan teknologi modern, jadi mahasiswa bisa belajar dengan cara yang relevan dan aplikatif," paparnya.

"Serapan lulusan kami tersebar di seluruh Indonesia. Sebab, mahasiswa kami juga sangat beragam. Dari Papua, Sulawesi, sampai Kalimantan," sambungnya.

Lebih lanjut, Mifedwil berharap agar para lulusan bisa senantiasa berkarya sesuai kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Serta, dapat memberi manfaat kepada sesama.

"Selamat atas pencapaian kalian. Semoga bisa berkarya sepanjang hayat dengah itikat yang baik," pesannya.

Sementara itu, salah satu wisudawan Universitas Madani Syahdillah Ammar menuturkan, salah satu alasan yang membuatnya memilih berkuliah di Universitas Madani adalah konsep universitas berbasis pesantren yang ditawarkan.

"Senang karena bisa belajar akademik, juga memperdalam agama," ujar mahasiswa asal Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan ini.

Ammar mencontohkan, salah satu kegiatan berbasis keagamaan yang rutin dilakukan adalah membaca dan hafalan Al-Qur'an, yang umumnya dilakukan setiap hari setelah subuh dan pada malam hari.

"Suasananya tenang dan sangat menyenangkan. Jadi belajar agama maupun kuliahnya pun juga senang dan bisa berjalan beriringan," pungkas mahasiswa D3 Farmasi ini. 

Editor : Bahana.
#Universitas Madani #Yogyakarta #wisuda