Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Gusdurian Teken MoU untuk Penguatan Kebebasan Beragama

Gunawan RaJa • Sabtu, 16 November 2024 | 01:28 WIB
SEPAKAT - Simposium BestFest bertema
SEPAKAT - Simposium BestFest bertema

JOGJA - Simposium BestFest bertema 'Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan' di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi momen penting dalam memperkuat nilai pluralisme dan kebebasan beragama di Indonesia. Acara ini juga menandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, dan Gusdurian.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan mengatakan MoU menjadi langkah konkret dalam memperkuat prinsip pluralisme dan kebebasan beragama di Indonesia. 

"Tema simposium ini sangat penting, mengingat UUD NKRI 1945 dengan tegas menjamin kebebasan dalam bernegara tanpa memandang latar belakang apapun," kata Noorhaidi Hasan.

Pihaknha berharap kerjasama terus berlanjut sebagai komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mengawal kerukunan umat beragama. Menegaskan posisi perguruan tinggi berdiri di garda terdepan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid menyoroti tantangan kebebasan beragama di Indonesia. Dia mengajak masyarakat meneladani perjuangan Gus Dur dalam membela kebebasan beragama.

"Meski hak beragama dijamin konstitusi, laporan dari Setara Institute menunjukkan adanya peningkatan pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan sejak tahun 2015," kata Alissa Wahid.

Menurutnya setiap warga negera punya hak konstitusisi, tidak penting dari kota kecil, orang kecil, anak kecil. Dipastikan pemenuhan hak warga negara bisa didapatkan secara utuh.

"Siapapun kita, beda setara, Gusdur telah meneladankan, saatnya kita yang melanjutkan," tegasnya.

Terpisah, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Zay Akhmad menekankan pentingnya kampanye kebebasan beragama dan berkeyakinan. Tidak hanya terbatas pada toleransi, tetapi juga pada penegakan hak konstitusi. 

"Kami berharap simposium ini menghasilkan strategi dan rekomendasi memperkuat kebebasan beragama," kata Zay Akhmad. (gun)

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gusdurian #UIN SUKA #UIN Sunan Kaijaga