PURWOREJO - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Purworejo mengajak para tenaga pendidikan di Kabupaten Purworejo untuk menghindari pungli. Kepala sekolah disebut punya peran penting.
Waka Polres Purworejo Kompol Fadli selaku Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Purworejo menjelaskan, kepala sekolah memiliki peran yang sangat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari pungli. Untuk itu, dia sangat berharap kepala sekolah dapat menjadi contoh.
Selain itu, wajib memastikan semua pihak di sekolah berkomitmen untuk menolak pungli. "Jangan sampai yang niatnya menarik sumbangan untuk mendukung kegiatan sekolah justru menjadi tindakan kriminal yang akan merugikan karier dari bapak ibu guru," tegas dia dalam sosialisasi Saber Pungli Purworejo, Kamis (26/9).
Para kepala sekolah diminta untuk lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Mengingat, ada banyak modus operandi pungli yang sering terjadi di sekolah. Misalnya, pungutan tidak resmi untuk kegiatan ekstrakurikuler, dana pembangunan, hingga penerimaan siswa baru.
"Kami berharap, para pendidik harus lebih hati-hati karena jika terlibat praktik pungli, sanksi tegas akan diberikan," terangnya.
Pihak sekolah harus lebih hati-hati dalam pengelolaan dana di sekolah dan memastikan semua kegiatan berjalan sesuai aturan atau prosedur.
Tim saber pungli di Purworejo terdiri dari unsur Polres Purworejo, Inspektorat Kabupaten Purworejo, Kejaksaan Negeri Purworejo, dan Polisi Militer Subdenpom Purworejo.
Menurutnya, saber pungli merupakan filter dan akan terus berusaha untuk melakukan pencegahan.
Kompol Fadli mengatakan, sosialisasi tersebut untuk lebih meningkatkan pemahaman regulasi kepada para pendidik. Seperti, bahaya dan konsekuensi hukum dari praktik pungli khususnya di lingkungan sekolah.
Sosialisasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan sekolah.
Dengan sosialisasi, diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Purworejo dapat menjalankan tugasnya dengan integritas tinggi dan bebas pungli. Sehingga, dapat tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, transparan, dan jujur. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo