RADAR JOGJA - Tantangan dan dinamika dunia modern saat ini kian kompleks, salah satu kompleksitas itu turut dirasakan oleh universitas. Banyak universitas saat ini sudah mulai mencari peruntungan dalam konteks komersialisasi produk dan jasa yang mereka miliki. Salah satu yang juga melakukannya adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Ketua Badan Pembina Harian UMY Agung Danarto berujar, sebagai universitas yang mandiri, UMY punya berbagai produk komersial yang bisa dioptimalisasi lebih lanjut.
"Kami punya layanan kesehatan seperti Klinik Pratama Firdaus, RS Gigi dan Mulut UMY, dan RS Asri Medical Centre (AMC)," katanya dalam rapat kerja tahunan (RKT) yang membahas pengembangan inovasi produk komersial Kamis (29/8).
Ada juga produk lain, seperti minuman kemasan, kuliner, otomotif dan berbagai unit usaha lainnya. Menurutnya, beberapa unit usaha UMY sudah menunjukkan keuntungan dan layak diduplikasi. “Klinik Pratama misalnya, labanya mencapai Rp125 juta per bulan, jika dihitung setahun jadi miliaran rupiah," serunya.
Sedangkan RS AMC, juga menunjukkan hasil yang baik, pendapatannya sekitar Rp3,5 miliar per tahun. “UMY Boga juga sudah saatnya ekspansi ke luar kampus,” tuturnya.
Lebih lanjut, Agung dengan bangga turut mengumumkan, Gedung UMY-Student Dormitory yang menjadi lokasi RKT, dibangun dengan biaya mencapai Rp 220 miliar. Biaya tersebut sepenuhnya dibiayai oleh UMY, tanpa melibatkan pihak ketiga dan tanpa berutang. "Gedung ini merupakan karya anak-anak UMY, jadi dalam bidang konstruksi pun UMY memiliki potensi yang besar," tuturnya.
"Sehingga ini terus kita upayakan untuk bisa mengembangkan inovasi produk komersial," sambungnya.
Menurutnya, pengembangan inovasi tersebut merupakan langkah strategis, yang sudah saatnya juga menjadi kepedulian dan sinergi bersama.
Sejalan dengan upaya tersebut, Rektor UMY Gunawan Budiyanto menyampaikan, efisiensi dalam pengelolaan keuangan menjadi salah satu kunci keberhasilan UMY dalam melakukan pembangunan dan pengembangan inovasi.
Diakuinya, dalam praktiknya UMY menggunakan pihak eksternal untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik. Bahkan, UMY juga mendapat sertifikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "UMY merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di dunia yang mendapatkan predikat ini," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika