RADAR JOGJA - Sejak masa kuliah, Suwarsono Muhammad telah mengumpulkan dan merawat koleksi buku yang kini berjumlah 6.000 eksemplar. Setelah bertahun-tahun 'menimbun', dosen FBE UII tersebut kemudian memutuskan untuk menghibahkan seluruh koleksinya kepada Perpustakaan UII.
Kini koleksi buku di Perpustakaan UII semakin lengkap dengan kehadiran Pojok Suwarsono Lukia. Layanan perpustakaan analog berada di lantai 1 Gedung Moh Hatta, Kampus Terpadu UII diresmikan pada Kamis (22/8). "Ketika masih kuliah terkumpulah buku, satu, dua tahun ke empat," kata Suwarsono.
Waktu itu dirinya menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UII. Momentumnya tiba ketika dia menempuh pendidikan Master of Arts in Strategic Management di University of Hawaii. "Saya punya teman profesor semua menekuni tentang development dan saya lihat kok bukunya banyak. Oh begini to namanya profesor," selorohnya.
Menurut dia, mustahil membeli buku-buku tersebut tanpa dukungan dadi sang istri, waktu itu bekerja di Amerika. Dari situ setiap bulan dibiayai untuk membeli buku."Maka tidak berlebihan saya minta izin pak rektor untuk pakaian nama berdua (Pojok Suwarsono Lukita)," ucapnya.
Penghargaan dan dedikasi Suwarsono terhadap literasi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perpustakaan Pojok Suwarsono Lukita akan mengintegrasikan buku-buku itu ke dalam koleksi, menjadikannya akses lebih luas bagi para pembaca. "Ada sekitar 6.000 buku yang dihibahkan," jelasnya.
Sementara itu Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, ini adalah pojok kedua yang dimiliki Perpustakaan UII setelah Salim Said Corner yang mendapat hibah 10.000 buku. "Corner ini menunjukkan komitmen UII terhadap ilmu pengetahuan," kata Fathul.
Menurutnya koleksi buku di Pojok Suwarsono Lukia menarik dan tidak mudah sitemukan di perpustakaan lain. "Siapapun bisa mengakses, tidak hanya civitas UII," ucapnya. (gun/pra)
Editor : Satria Pradika