Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim Mahasiswa UNY Ciptakan Jebakan dan Pagar Listrik Cerdas untuk Usir Hama Monyet Ekor Panjang 

Fahmi Fahriza • Kamis, 22 Agustus 2024 | 09:20 WIB

 

INOVATIF: Tim mahasiswa UNY membuat pagar listrik cerdas untuk mengusir hama monyet ekor panjang di Gunungkidul.Dokumentasi UNY 
INOVATIF: Tim mahasiswa UNY membuat pagar listrik cerdas untuk mengusir hama monyet ekor panjang di Gunungkidul.Dokumentasi UNY 

RADAR JOGJA - Inovasi dilakukan lima mahasiswa UNY yang tergabung di tim program kreativitas mahasiswa penerapan iptek (PKM PI). Yakni Shaiful Abas dan Adriyan Ramdhany dari S1 Teknik Mekatronika, Maulana Idris dari D4 Teknik Elektro, Andrian Susanto dari S1 Teknik Mesin, dan Alfina Risma Ramdhani dari S1 Pendidikan Biologi, yang tergabung dalam KethekilandTeam.

KethekilandTeam membuat jebakan dan pagar listrik cerdas. Berupa sistem keamanan ganda pemagaran lahan pertanian. Dengan konfigurasi listrik sistem kejut yang dikombinasikan dengan jebakan monyet berbasis Arduino Nano.

Shaiful menjelaskan, pembuatan alat ini berawal dari keluhan kelompok tani Ngudi Makmur. Soal serangan hama monyet ekor panjang di Kalurahan Karangasem, Paliyan, Gunungkidul. Keberadaan monyet ini, menurunkan panen jagung, kacang, padi, dan singkong yang ditanam oleh petani setempat. Menyebabkan petani rugi. "Ini dilengkapi dengan fitur pendeteksi objek dengan menggunakan sensor Passive Infrared Receiver (PIR)," ucapnya.

Adriyan menambahkan, sistem pengusir hama monyet ekor panjang ini punya pencegahan ganda. Terdiri dari jebakan dan pagar listrik cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Efektif dengan pemanfaatan panel surya sebagai pengisi dayanya. 

Dikatakan, rancangan sub sistem jebakan cerdas memiliki dimensi 85x55x55 centimeter. Berat total alat jebakan cerdas beserta rangkaian elektronik tidak lebih dari 15 kilogram sehingga sangat portabel. 

Sedangkan, dimensi tiang panel surya memiliki tinggi 1,5 meter dan lebar 1 meter. Kawat bentangan memiliki tinggi 1 meter dengan diameter 4 centimeter. Pagar cerdas ini terintegrasi IoT sehingga petani dapat memantau tegangan, arus, dan keamanan alat. "Daya operasional alat ini juga dinilai kecil sekitar 5 watt dengan tegangan 5-12 Volt DC," paparnya. 

Dia menjelaskan, cara kerja sistem jebakan dan pagar listrik cerdas ini dengan diberi umpan. Dipasangkan pada beberapa titik yang rawan muncul serangan monyet. Saat monyet berhasil tertangkap, sensor PIR akan mendeteksi dan memberikan sinyal untuk mengaktifkan motor servo. "Motor servo akan menarik tuas, sehingga cat semprot akan menyemprotkan pewarna ke tubuh monyet," tuturnya.

Setelah itu, sirene berbunyi dan mengisyaratkan petani untuk melepas kembali monyet yang sudah diberi pewarna. Monyet akan kembali ke koloninya, namun koloni monyet akan takut dan pergi berhamburan karena menganggap ada predator yang datang.

Sedangkan, pagar listrik cerdas sendiri ditenagai oleh panel surya yang menghasilkan energi listrik terbarukan. Dengan media penyimpanan menggunakan aki. Pagar ini dapat dikonfigurasikan menggunakan tegangan Direct Current yang dialirkan pada kawat bentangan mengelilingi ladang mitra. Pemilihan tegangan Direct Current ini karena relatif aman dan tidak sampai membuat monyet mati.

"Namun cukup terkejut sehingga monyet menjauhi ladang atau bisa disebut memberi efek jera," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Jebakan #Pagar Listrik Cerdas #Pendidikan #monyet ekor panjang #Mahasiswa UNY