RADAR JOGJA - SMPN 6 Jogja saat ini tengah menjalankan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan pada Agustus ini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 6 Jogja Berta Nur Widyastuti berujar, P5 kali ini dilakukan saat momentum HUT Kemerdekaan RI. Sehingga program dan kegiatan yang dilakukan secara spesifik juga diselaraskan dengan momentum tersebut."Temanya adalah kearifan lokal, topik eksplorasi budaya Jogjaku dan diperuntukkan untuk seluruh siswa,"sambungnya.
Berta berujar, kearifan lokal jadi topik penting yang harus dikenalkan pada siswa. Apalagi di usia mereka saat ini yang banyak terpapar digitalisasi teknologi. Dikhawatirkan, hal tersebut membuat para siswa lupa akan budaya dan kearifan lokalnya sendiri.
Ini tema yang penting.”Kami ajak siswa dalami budaya lokal, yang mungkin mereka sudah lama atau bahkan tidak pernah lakukan sebelumnya," terangnya.
Beberapa kegiatan yang dilakukan mulai dari mewiru kain jarik, membatik, memainkan permainan tradisional, cerdas cermat budaya, pentas koreografi karya, hingga mengunjungi pasar tradisional.
Permainan tradisional itu seperti gobag sodor, cublak cublak suweng, kelereng, kasti, engklek, dan ular naga. “Banyak siswa yang belum tahu permainan tersebut," sebutnya.
Program ini memilih Pasar Kranggan dan Pasar Karangwaru sebagai tujuan.
Harapannya, dengan kunjungan tersebut para siswa bisa mengenali berbagai barang dagangan tradisional yang dijajakan."Kami ajak siswa memjual beli dan pengenalan makanan tradisional yang dijual oleh pedagang," urainya.
Berta berharap, dengan beragam kegiatan tersebut, harapannya nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal tersebut bisa terus dibawa siswa sampai mereka dewasa.Contoh membatik, ini belum ada di ekskul. “Tapi kami harap siswa ada yang suka, dan mau eksplorasi lebih lanjut," tuturnya.
Salah satu siswa Ardea Ayu mengaku senang dengan berbagai kegiatan P5 yang digelar. Sebab, banyak dari kegiatan dilakukan di luar kelas, sehingga bisa lebih menyenangkan untuk diikuti.
Ardea berujar, banyak rangkaian kegiatan P5 tersebut yang baru pertama kali dilakukannya. Mulai dari membatik, hingga memainkan permainan tradisional."Kalau permainan tradisional itu beberapa tahu namanya, kalau memainkan belum pernah," ujarnya. (iza/din).